Spanyol tak kuasa menahan diri untuk mengikuti langkah Argentina dan Portugal yang pulang setelah mencicipi rasa fase knock-out. Ini baru namanya solidaritas tanpa batas. Melawan tim tuan rumah pada babak 16 besar, Spanyol harus takluk setelah melewati adu tos-tosan. Mungkin kalau diganti jadi hompimpa alaium gambreng, bisa Spanyol yang lolos.

Penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Permainan ball possesion yang diperagakan Spanyol nyatanya tak berpengaruh pada hasil akhir. Bahkan jika mereka menguasai bola hingga 100 persen, sama saja jika tidak bisa mencetak gol.

Kegemilangan kiper Rusia yang bernama Igor Akinfeev sekaligus rangkap jabatan sebagai kapten, menyelamatkan muka tuan rumah. Setidaknya mereka bisa mendapat napas tambahan sebelum nantinya bermain di babak delapan besar.

Akinfeev yang melakukan beberapa kali penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan, kembali menunjukan kehebatannya pada babak adu penalti. Total ada dua tembakan yang berhasil diblok oleh kiper yang konon katanya jago membaca aksara Sirilik tersebut.

Berkat dua tepisannya, Akinfeev yang berwajah ganteng kritis itu membawa Rusia menuju delapan besar sekaligus mengirim Spanyol untuk pulang kampung.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan performa David De Gea. Kiper yang bermain bagus di Manchester United pada musim lalu gagal menunjukan kegemilangannya. Ia bahkan kebobolan hingga lima gol pada pertandingan kali ini. Di mana kelimanya merupakan tendangan penalti. Satu di waktu normal, dan empat di babak penalti.

Sepanjang pertandingan Spanyol sebenarnya jarang sekali mendapat serangan berarti dari tim negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut. Sepanjang 120 menit, jarang sekali De Gea tersorot kamera TV. Padahal De Gea sudah bergaya klimis tanpa ketombe.

Sebab Spanyol mengurung Rusia hingga bermain setengah lapangan. De Gea mau ngopingopi dulu sambil selonjoran plus nonton video Tik Tok Bowo Alpenliebe juga bisa. Pokoknya cenderung makan gaji buta.

Sial bagi De Gea pada babak adu penalti ia tidak bisa menggagalkan satu tendangan penalti pun. De Gea sempat menepis satu tendangan saja, namun bola masih terlalu keras kepala hingga tetap masuk ke dalam gawang. Satu gol Rusia di waktu normal pun berasal dari sebuah tendangan penalti.

Memang pada Piala Dunia kali ini, kiper berambut kuncir jijay itu kebobolan banyak sekali. Pada fase grup saja dia sudah kebobolan lima kali di mana tiga di antaranya oleh Cristiano Ronaldo. Sedangkan pada babak 16 besar ia kembali memungut bola lima kali menjadikan dirinya telah 10 kali dijebol.

https://twitter.com/shotongoal247/status/1013535214130221056

Pada laga yang digelar di Stadion Luzhiniki kedua tim bermain imbang pada babak pertama. Spanyol mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-11. Berawal dari tendangan bebas dari sisi samping, Sergio Ramos melakukan rebutan bola dengan Sergei Ignasevich yang kemudian berujung menjadi gol.

Main bola rasa gulat, hasil pitingan Ramos kepada Ignasevich membuahkan hasil yang meriah. Tak disangka, bola mengenai kaki Ignasevich sehingga menghasilkan gol bunuh diri yang sangat indah.

Ignasevich melakukannya dengan konsep tendangan kalajengking setengah matang. Bola lalu memantul masuk ke gawang Akinfeev yang cuma bisa terkesima melihat datangnya bola. Kapan lagi dia menyaksikan gol bunuh diri epik macam itu.

Tanpa pikir panjang Ramos langsung melakukan selebrasi meriah ke ujung lapangan. Padahal setelah dilihat lewat tayangan ulang sudah jelas dihitung sebagai gol bunuh diri. Aneh sekali Ramos selebrasi, yang mencetak gol saja hanya diam-diam bae.

Rusia baru bisa membalas pada menit ke-41 melalui titik putih. Berawal dari sepak pojok, bola yang disundul oleh pemain Rusia mengenai tangan dari Gerard Pique.

Entah kenapa Pique mengangkat tangan sangat tinggi pada saat itu. Mungkin merasa dirinya sebagai pebasket profesional untuk melakukan blocking tanpa lihat bola. Tendangan penalti yang dieksekusi Artem Dzyuba berhasil dieksekusi dengan sempurna.

Spanyol melakukan beberapa usaha pada babak kedua. Namun masuknya Andres Iniesta dan Iago Aspas belum mampu menembus rapatnya pertahanan Rusia.

Iniesta dan Iago sempat dapat peluang rendang. Namun digagalkan oleh Akinfeev yang melakukan double saves sekaligus. Pertandingan kemudian dilanjutkan pada babak perpanjangan waktu d imana skor masih tetap 1-1.

Ternyata skor juga masih sama. Kedua tim tidak ada yang mau mengalah. Begitu egois, maunya menang sendiri.

https://twitter.com/shotongoal247/status/1013463792037089287

Akibat skor yang masih sama, pertandingan tidak dilanjutkan dengan main petak umpet namun adu penalti. Kelima penendang Rusia berhasil menyeploskan ke gawang De Gea.

Padahal bola-bola tendangan pemain Rusia sebenarnya bisa diblok oleh De Gea jika pemain Rusia kasih kode bakal tendang ke arah mana. Sayang, Fedor Smolov dan kawan-kawan ternyata pelit banget, enggan memberitahukannya ke sesama rekan seprofesi.

Sementara Iago Aspas dan Koke gagal menuntaskan pekerjaannya. Tendangan Koke gampang banget diblok oleh Akinfeev. Yang lebih epic lagi saat mengeblok tendangan Iago. Dia menepisnya hanya pakai kaki. Alhasil Spanyol tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Perayaan besar langsung dilakukan warga se-Rusia atas kemenangan yang cukup epic ini. Bagaimana tidak epic, dua gol diciptakan oleh pemain mereka sendiri. Pemain Spanyol sama sekali tak bikin gol.

Lalu mereka menang dengan cara penalti. Baik penalti di waktu normal sampai penalti di babak tambahan.

Wajar kalau mereka merayakannya dengan gembira. Mulai dari warga yang ada di lapangan sampai di luar lapangan. Kapan lagi mereka mengalahkan Spanyol dan masuk ke perempat final. Padahal banyak yang memprediksi kalau Rusia bakal tersingkir di babak awal.

“Saya pikir kami menerapkan taktik yang tepat. Seandainya kami memainkan taktik berbeda pasti tak akan berhasil. Perasaan saya sederhana. Kamu menunjukan perasaanmu dalam caramu mengarahkan tim. Sekarang sudah berakhir dan saya hanya memikirkan pertandingan berikutnya,” ucap pelatih Stanislav Cherchesov.

Atas kegagalannya membawa Spanyol, pelatih dadakan macam tahu bulat, yaitu Fernando Hierro mengucapkan permohonan maaf kepada para pendukung Spanyol. Hierro yang wajahnya mirip artis India itu juga menegaskan bahwa timnas Spanyol tidak sedang bermasalah.

“Kami datang ke sini dengan ambisi dan kami berempati pada seluruh pendukung kami, mereka semua yang datang ke Rusia. Saya tak berpikir anda bisa membahas mengenai tim yang sedang bermasalah atau kolaps. Ada garis yang tipis antara kemenangan dan kekalahan,” ujar Hierro dikutip dari Detik.

Main photo: en.as.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here