Piala Dunia 2018 resmi dimulai. Ditandai opening ceremony yang tak dihadirkan Ungu atau Via Vallen, benar-benar payah sekali. Namun apalah arti opening ceremony kalau tak ada pertandingannya.

Laga pertama antara Rusia melawan Arab Saudi langsung jadi hiburan di malam takbiran. Tuan rumah yang rada curang karena banyak warganya yang menonton di stadion itu sukses membuat Arab Saudi jadi bubur bayi.

Tak tanggung-tanggung, skor 5-0 menghiasi papan skor. Kalau sudah begini, bisa-bisa tim Arab ogah main lagi karena enggak jadi lebaran. Mending pulang saja mumpung masih bulan Syawal, bisa puasa lagi.

Bermain di depan warganya yang pada jago ngomong Rusia, Rusia memang tampil menekan dengan membuat sejumlah peluang. Baru 12 menitan, Yuri Gazinskiy sudah membobol gawang Arab yang dikawal seorang kiper bernama Abdullah Al Muaiouf. Nama Abdullah kalau di silsilah Rasullah, adalah ayah Nabi Muhammad SAW.

Umpan Aleksandr Golovin yang ternyata dibacanya adalah “Golovan” itu memberikan umpan yang tak dapat ditolak oleh Gazinskiy. Sundulan otak kanannya berhasil membuat sejarah sebagai pencetak gol pertama di Piala Dunia 2018.

Rusia harus kehilangan salah satu pemain kuncinya bernama Alan Dzagoev. Baru main beberapa menit sudah cedera, mungkin kurang sedekahnya. Dia mengalami cedera hamstring saat sedang berlari dan langsung memegangi paha belakangnya yang seksi.

Dia lalu digantikan oleh Denis Cheryshev yang ternyata membawa berkah. Inilah yang namanya sengsara membawa nikmat. Selalu ada hikmah di setiap musibah.

Cheryshev membuat gol asyik menjelang jeda. Usai mendapat operan biasa-biasa saja dari Roman Zobnin, Cheryshev yang gagal di Real Madrid itu langsung menggocek dua bek Arab sekaligus sampai pada patah pinggangnya.

Aksi penipuan itu tak dilanjutkan tim Arab ke meja pengadilan. Mereka justru lemas tak berdaya saat Cheryshev membobol gawangnya yang tidak dilakukan sambil kayang.

Di babak kedua, pelatih Rusia bernama Stanislav Cherchesov, melakukan pergantian lagi. Kali ini Feder Smolov ditarik keluar lantaran kurang gacor. Dia digantikan striker bertubuh raksasa, Artem Dzyuba, meski tingginya tak sampai melebihi janur kawinan.

Ternyata pergantian itu kembali membawa berkah. Dzyuba langsung gacor hanya beberapa menit masuk lapangan. Tahu gitu masuk dari awal saja, siapa tahu bisa bikin satu gol tiap lima menit.

Golovin lagi-lagi memberikan umpan rendang campur opor ayam yang enak banget disundul maksa oleh Dzyuba. Kiper Abdullah cuma bisa bengong macam kena hipnotis di terminal saat mudik lebaran.

Rusia merasa tak cukup kalau cuma membawa pulang 3-0. Padahal itu di rumahnya sendiri, mau pulang ke mana lagi. Tapi namanya tuan rumah, ya bebas saja mau apa juga boleh.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1007308056718262277

 

Kali ini Dzyuba yang jadi pengumpan atau assist kepada Cheryshev lewat sebuah sundulan standar. Namun justru tendangan Cheryshev yang tak standar. Tanpa diduga-duga kiper Abdullah beserta segenap warga sekitar dan warga yang menonton di televisi, Cheryshev membuat gol lumayan keren.

Bola ditendang pakai kaki kiri bagian luar, atau kalau bahasa tarkamnya adalah “tendangan efek jahe”. Bola lalu menukik, membentuk liukan pisang Sunpride yang gagal dijangkau Abdullah. Aksi Cheryshev itu tentu bikin fans Madrid geregetan. Dulu ke mana saja? Begitu pikirnya.

Tapi yang benar-benar jadi man of the match kali ini bukan Cheryshev, Dzyuba, Dzagoev, apalagi Nestor Pitana yang bertindak sebagai wasitnya. Golovin lah yang layak jadi bintang pada malam takbiran yang bersahut-sahutan tersebut, meski di Rusia belum masuk waktu malam.

Golovin mencetak gol terakhir Rusia pada menit ke-90-an atau masa injury time. Tendangan bebasnya lumayan sedap dipandang, masuk melewati adangan tangan Abdullah yang padahal sudah memakai sarung tangan. Mungkin ke depannya bisa dicoba pakai sarung tangan kuli atau sarung tangan Thanos.

Satu gol dan dua assist dari Golovin langsung menyita perhatian dunia. Apalagi Juventus yang kabarnya sedang PDKT tingkat tinggi akhir-akhir ini, makin yakin bahwa langkah PDKT-nya itu benar.

Kemenangan ini bikin warga Rusia girang bukan kepalang. Apalagi Presiden Vladimir Putin sampai menelepon langsung pelatih Stanislav Cherchesov ketika jumpa pers. Sampai-sampai Cherchesov harus menyingkir sejenak mendapat panggilan bos besar.

“Telepon itu datang dari kepala negara, dia mengucapkan selamat dan meminta saya berbagi rasa terima kasihnya kepada tim atas kemenangan ini. Dia juga meminta saya mempertahankan penampilan seperti sekarang ini,” kata Cherchesov, semringah, naik pangkat di depan mata.

Sementara bagi Arab, hasilnya tentu tidak enak. Apalagi besok mau lebaran, kemenangan gagal diraih pada hari raya kemenangan. Yang ada justru kekalahan memalukan.

Meski begitu, skuat “The Green Falcons” masih tetap bisa pulang ke penginapan untuk malam takbiran. Besok mereka juga masih bisa sholat Ied, lalu lebaran, meski belum tentu bisa makan ketupat pakai rendang dan opor ayam. Namun mereka jadi punya kesempatan buat maaf-maafan atas apa yang mereka lakukan di match pertama.

“Pertandingan yang sulit dan kami secara tak terduga kalah besar. Rusia tampil dengan sangat baik, sementara kami tampaknya tidak dalam kondisi yang bagus. Kami harus segera melupakannya,” kata pelatih Juan Pizzi.

Tetap semangat, Arab Saudi! Yang penting masih bisa pakai baju baru di hari lebaran.

Main photo: @thelivesoccer_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here