Craig Shakespeare yang tak ada hubungan saudara dengan William Shakespeare, hanya namanya saja yang sama, mengeluhkan wasit pertandingan kontra Atletico Madrid. Pelatih Leicester City itu sebal karena wasit memberikan penalti kepada tuan rumah.

Pertandingan Atletico melawan Leicester memang berjalan alot kayak kerupuk kelamaan di kaleng. Kedua tim tak ada yang mengalah, dua-duanya ingin menang. Tapi sampai menit tertentu belum ada yang mau mencetak gol.

Sampai akhirnya, Atletico mendapat peluang yang semua tim menginginkannya. Peluang itu bernama penalti.

Antoine Griezmann ceritanya dijatuhkan oleh Marc Albrighton, tipis di garis kotak penalti. Beberapa warga Leicester protes karena pelanggaran tersebut terjadi di luar kotak penalti.

Dalam tayangan lambat, dari Indonesia juga terlihat kalau pelanggaran itu tipis di luar garis penalti. Meski tak setipis lingerie yang biasa dipakai Andy Soraya.

Tanpa basa-basi dan penuh ketegasan, Griezmann menyukseskan penalti yang jarang-jarang didapat itu. Sampai saat ini, Shakespeare masih ‘KZL’ dengan keputusan wasit bernama Jonas Eriksson itu.

“Itu seharusnya tak penalti, hanya tendangan bebas. Saya katakan kepada wasit kalau dia membuat keputusan yang salah,” ujar pengganti Claudio Ranieri itu, dikutip Mirror.

Jika diibaratkan peribahasa, rusak peluit setitik rusak susu sebelangga. Hanya gara-gara salah kasih keputusan, merugikan para warga Leicester, sampai ke desa-desa.

Lebih lanjut, dia menambahkan, “Anda bicara soal perempat final, tapi keputusan besar itu merugikan kami. Saya pikir itu momen yang sangat krusial.”

Belum diketahui apakah kekesalan ini sampai terbawa mimpi atau bagaimana. Yang jelas, Shakespeare dan anak asuhnya harus menyiapkan leg kedua dengan penuh keniscayaan.

Main photo credit: Mirror

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here