Roma harus mengakui keunggulan Olympique Lyon pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa dengan skor 2-4. “I Giallorossi” tak kuasa menahan serangan-serangan badai dari para pemain Lyon yang bikin rusak rumah tangga mereka.

Roma sebenarnya tampil lebih baik di laga ini. UEFA bahkan memberikan gelar man of the match kepada Mohamed Salah. Namun, minimnya konversi gol serta serangan-serangan kilat Lyon dalam sekejap meluluh-lantakkan rumah tangga mereka.

Lyon yang tampil di depan para warganya sendiri sukses mencetak gol lebih dulu lewat Mouctar Diakhaby. Roma sempat membalikkan kedudukan setelah si pelari cepat Mohamed Salah yang tak pernah benar itu membobol gawang Anthony Lopes. Begitu juga dengan Federico Fazio yang ikut-ikutan Salah membobol gawang Lopes. Sudah tahu Salah, tapi tetap diikuti juga.

Namun, di sinilah badai mulai terjadi. Angin gelap mulai merubung kawanan Serigala Roma. Diawali dari tendangan kilat petir milik Corentin Tolisso yang menghujam gawang Alisson Becker, kiper Roma yang namanya anti-mainstream di dunia sepak bola. Tolisso melepaskan tendangan geledek setelah melakukan umpan segitiga cantik dengan Alexandre Lacazette.

Lyon akhirnya unggul setelah Nabil Fekir yang melakukan aksi individu sukses membobol gawang Becker. Aksinya sangat licin kayak belut di acara 17-an, kemudian diakhiri dengan tendangan mendatar.

Lacazette kemudian mengakhiri angin ribut yang ada di pertahanan Roma lewat tendangan petir menyayat hati, seolah tak mau kalah dengan Tolisso. Tendangannya sangat keras melesak ke dalam relung sukma gawang Becker, tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.

Lyon pun menang 4-2 dan punya modal bagus buat laga leg kedua. Sementara bagi Roma, mereka harus menang minimal 2-0 jika ingin lolos ke perempat final. Jelas tak semudah Awkarin jadi terkenal.

“Kami punya banyak peluang untuk bisa menuntaskan laga. Tapi kami tidak mengambil kesempatan tersebut, laga tadi dalam kendali penuh kami, tapi kami tak bisa memanfaatkan. Akhirnya malah Lyon yang bisa mencetak gol,” ujar Spalletti, penuh penyesalan yang selalu datang belakangan.

Main photo credit: Eurosport Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here