Roberto Firmino dikabarkan menjadi korban perampokan pada liburan akhir tahun kemarin. Beruntung, pemain asal Brasil itu sigap dan cepat mengungsi sehingga tak berakhir seperti kasus di Pulomas.

Ya, Firmino memang sudah curiga dengan beberapa orang yang sedang mengintai rumah mewahnya selama beberapa hari. Rumah Firmino tidak ada pohon jambu dan rambutannya, berarti memang mereka mengincar harta dalam rumahnya. Kawanan perampok itu katanya The Sun memakai jaket hoodie yang lagi hits itu.

Firmino yang rambutnya sempat dikuncir kaya gagang setrikaan itu akhirnya melapor pihak klub, tanpa melapor RT dan RW setempat terlebih dahulu. Liverpool kemudian menyuruh keluarga Firmino untuk pindah ke hotel saat Natal tiba.

“The Reds” juga mengirimkan beberapa personel petugas keamanan, mungkin selevel Satpol, untuk mengamankan rumah mereka. Sayang beribu sayang, kawanan perampok itu lebih lihai dari apa yang mereka kira. Mungkin karena mereka belajar dari film Ocean’s Eleven.

Firmino sepertinya perlu merekrut petugas selevel Brimob jika ingin rumahnya benar-benar nyaman. Atau bisa juga pindah ke komplek DPR di Kalibata jika dia mau.

“Para perampok itu menunggu sampai yang punya rumah pergi. Mereka jelas sekali mengamati rumah Firmino,” ujar sumber yang malu untuk disebutkan namanya, seperti dikutip The Sun. 

“Firmino kemudian mengungsi demi keselamatan keluarganya. Para pelaku sepertinya tahu momen yang pas ketika pengamanan sedang longgar,” tambahnya.

Robert, Larissa and kids
Keluarga kecil Firmino, bersama istri dan kedua anaknya. (The Sun)

Gara-gara perampokan itu, Firmino kehilangan perhiasan, jam tangan, dan beberapa pakaian yang ditaksir totalnya mencapai 70 ribu pound atau setara Rp 1,1 miliar.

Namun, jumlah tersebut sudah pasti tak ada seujung kukunya Firmino. Pasalnya, pemain berusia 25 tahun itu bergaji 100 ribu pound per pekannya di Liverpool.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here