Sering kali seorang pemain sepak bola melepas bajunya selepas pertandingan. Momen-momen di mana banyak fans perempuan mulai histeris meski tidak sampai kejang-kejang ketika mereka melihat idolanya menunjukan ‘roti sobek’ tanpa merek Sari Roti. Beberapa pemain terkadang terlihat mengenakan semacam benda mirip dengan bra.

Benda tersebut dipakai di dada dan menutup hampir seluruh bagian atas badan sang pemain. Sebagian mungkin akan bertanya “Ih kok cowo pake BH dah? Emang dia cowok apaan?”. Bukan seperti itu tentunya.

Benda tersebut sebenarnya bukanlah bra seperti yang digunakan oleh wanita. Tidak ada merek Victoria’s Secret, La Senza, Sorella, Triumph, apalagi merek Rider dan Hings di rompi tersebut.

Sebab dibalik bentuknya yang membuat seorang pemain terlihat kocak, benda itu merupakan benda multifungsi meski tidak bisa disuruh untuk membuatkan kopi.

Benda tersebut bernama GPS sport vest atau dalam bahasa Depok dan sekitarnya adalah rompi GPS. Begini memang kalau hidup di zaman teknologi. Segalanya serba canggih dan terkoneksi.

Bukan hanya ponsel saja yang jadi smartphone. Kini ada juga smartvest alias rompi pintar. Mungkin nanti di masa depan ada lagi yang namanya smartsocks alias kaos kaki pintar. Kaos kaki yang bisa disuruh mengerjakan PR Matematika. Krik.

Seperti yang dilansir dari berbagi sumber, rompi GPS itu berfungsi untuk melakukan monitor detak jantung serta pergerakan seseorang yang memakainya. Nantinya data tersebut akan terkoneksi secara nirkabel dan dikirimkan ke perangkat seperti smartphone

Data tersebut akan menghasilkan statistik yang bisa dilihat langsung di perangkat yang sedang terhubung dengan rompi GPS.

Jadi ketika seorang pemain menggunakan rompi GPS, banyak statistik yang dapat ditunjukan karena memakainya. Beberapa di antaranya adalah jarak lari, kecepatan lari, total jumlah lari cepat, dan sebagainya.

Pokoknya banyak data-data yang bisa didapatkan tanpa harus dihitung secara manual. Namun jangan harap ada data-data macam data keluarga, nomor telepon, alamat kosan, akun Instagram, jenis cicilan, apalagi nama orang tua. Bisa berabe kalau ketahuan nama orang tuanya, bisa-bisa jadi bahan ledek-ledekan.

Kemampuan untuk menganalisis data dari aplikasi bawaan rompi itu membuat kita bisa mengetahui apakah seorang pemain sedang kelelahan atau hal-hal lainnya.

Cukup mudah dipahami bukan? Kalau tidak paham juga, mengutip nyinyiran yang bertebaran di media sosial antara dua kubu yang kerjanya ribut terus, “Cebong mana ngerti!” atau “Kampret mana paham!”

Meski banyak fungsinya, namun bisa berbahaya kalau digunakan untuk ke medan perang karena rompi ini bukan rompi anti peluru. Kalau hanya perang di media sosial alias tweetwar mungkin bisa aman-aman saja.

Rompi GPS jelas sangat berguna untuk menunjukan data yang berguna untuk melakukan kalkulasi sehingga bisa mendapat perbandingan yang jelas.

“Oh yang ini larinya lambat, taruh di bek tengah. Kalau yang ini larinya cepat, bisa diminta tolong belanja ke warung.” Mungkin seperti itu percakapan staf tim ketika mendapat data dari rompi GPS.

Teknologi rompi GPS ini sendiri sudah umum digunakan di berbagai klub dunia bahkan di Indonesia. Pada musim lalu, Bali United pernah menggunakan rompi GPS yang dibuat oleh sebuah perusaahan asal Australia.

Seperti yang dilansir dari Fourfourtwo, satu benda ini dijual di kisaran harga sekitar Rp 3,6 juta. Sedangkan aplikasinya tersedia di store smartphone berbasis Android atau iOS.

“Rompi GPS sudah menjadi salah satu bagian penting dari aktivitas kami di Charlton – sama rutinnya seperti menggunakan alat untuk memonitor detak jantung,” kata ilmuwan olahraga tim utama Charlton Athletic, Josh Hornby, dikutip dari Fourfourtwo.

“Rompi ini sangat akurat, jadi rompi ini bisa membuat kami mengetahui beban latihan yang dirasakan setiap pemain, jadi kami akan tahu ketika mereka perlu lebih banyak olahraga di lapangan atau mungkin malah menguranginya sebelum pertandingan.”

Dari rompi itu bisa diketahui heat map atau mengukur dari suhu panas tubuh. Makanya kalau di Liga Champions jangan heran ada statistik menunjukkan seorang pemain bisa menjelajah di area mana saja. Dari rompi ini kuncinya.

“Ada fitur heat map, yang mana sangat bagus karena para pemain bisa melihat di mana mereka menghabiskan energi di atas lapangan, yang mana, dari sudut pandang taktik, bisa membantu mereka meningkatkan kualitas pengambilan posisi sehingga mereka bisa memberikan dampak di area yang tepat,” sambung Hornby.

“Anda juga bisa membandingkan statistik babak pertama dan babak kedua, sehingga kita akan mengetahui jika seorang pemain kesulitan untuk bermain efektif di akhir pertandingan.”

Main photo: warable.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here