AS Roma memiliki kesempatan emas untuk mendekati AC Milan di posisi kedua yang baru saja dibantai Inter. Namun, Roma gagal memanfaatkan itu. Padahal lawannya cuma Benevento.

Itulah Roma. Roma tetaplah AS Roma yang jarang jadi juara. Mentalnya masih seperti mental “yang penting lolos Liga Champions”.

Roma memang begitu anaknya. Terakhir kali juara itu saat Nissa Sabyan masih berusia setahun dua tahun, saat masih belum mengenal Ayus yang 10 tahun lebih tua darinya.

Sisanya, Roma cuma jadi penantang saja. Waktu Juventus lagi culun, mereka cuma bisa menyaingi Inter di tempat kedua. Masuk periode dua ribu belasan, Roma tampak cuma jadi pelengkap tim papan atas saja.

Menghadapi Benevento yang entah ada di peringkat ke berapa, tim asuhan Paulo Fonseca itu cuma main remis 0-0. Tidak ada gol tercipta dari sana. Mereka mungkin cuma ingin latihan saja, bukan bertanding.

Tidak ada keinginan untuk menang dan mendekati Milan maupun Inter. “Kami memang tidak memiliki inisiatif individu, kami tidak cukup agresif atau klinis,” ujar Fonseca.

Dengan hasil ini, Roma kini berada di peringkat ketiga klasemen dan terancam tergeser oleh Juventus bila menang atas Crotone. Posisinya juga semakin rapet karena Atalanta bisa mengalahkan Napoli dan hanya terpaut 1-2 poin saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here