AS Roma meraih kemenangan keduanya di Seri A usai membantai tim promosi, Benevento, dengan skor 5-2. Roma ngegas pada setengah jam terakhir demi meraih kemenangan dan memperbaiki posisi.

Roma ini memang susah kasih statusnya. Dibilang tim besar tapi enggak juara-juara. Dibilang medioker ya enggak juga. Mungkin cocoknya masuk kategori tim kelas menengah atas ngehe.

Baru tiga laga kemarin saja, posisi Roma masih di papan tengah. Untungnya, dengan kemenangan ini mereka bisa naik ke peringkat ketujuh. Lumayan lah, enggak nyampah banget di liga gitu.

Roma memang sempat ketinggalan duluan dari Benevento setelah tendangan Gianluca Caprari yang deflect pemain Roma mengecoh kiper Antonio Mirante.

Meski demikian, Roma langsung membalasnya lewat dua gol beruntun. Pedro sukses melesakkan bola ke gawang kiper Benevento yang bajunya beda sendiri. Gol kedua pun dicetak kapten Edin Dzeko yang berdiri bebas hasil dari serangan balik.

Sayangnya, Benevento mampu menyamakan kedudukan di babak kedua. Kesalahan dasar Jordan Veretout dalam mengontrol bola membuatnya tak sengaja menginjak kaki Artur Ionita. Kesalahannya macam pemain bola Indonesia saja.

Gianluca Lapadula kemudian mengambil penaltinya dan sempat diblok oleh Mirante. Namun Lapadula dengan sigap mem-follow up bola tepisan Mirante untuk dimasukkan ke dalam gawang.

Barulah pada setengah jam terakhir Roma ngegas demi meraih kemenangan. Tiga gol langsung tercipta di antaranya lewat penalti Veretout, Dzeko, dan gol individual bin egois Carles Perez.

“Tidak banyak situasi berbahaya di depan gawang kami dan kami biasanya merasa memegang kendali. Kami kebobolan dalam situasi di mana kami tidak seimbang, tetapi saya katakan tahun lalu bahwa Serie A adalah liga yang sangat menyerang dan sama sekali tidak benar bahwa itu defensive,” kata Fonseca, dikutip Republica.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here