Roma sukses masuk ke dalam empat besar Seri A usai mengalahkan Torino 3-1. Masuknya Roma ke big four membuat klasemen Seri A menjadi normal kembali.

Sekitar tahun 2000-an, klasemen papan atas Seri A memang diisi oleh Juventus, Milan, Inter, dan Roma. Mereka yang umumnya langganan mewakili Italia ke Liga Champions.

Namun pada periode dua ribu belasan, sepertinya cuma Juventus saja yang konsisten di papan atas alias juara terus-terusan. Milan, Inter, dan Roma bergiliran nyungsep.

Bahkan Milan saja entah sudah berapa tahun tidak main di Liga Champions. Sampai lupa lirik lagu anthem Liga Champions seperti apa.

Belakangan muncul tim-tim baru macam Napoli, Atalanta, dan Lazio yang menambah keragaman klasemen Italia. Alhasil, empat tim big four masa lalu macam Juve, Milan, Inter, Roma rasanya jarang foto bareng di empat besar.

Pada jalannya pertandingan, Roma mendapat keuntungan setelah Torino bermain 10 orang saat pertandingan baru berjalan 15 menit. Wilfred Singo tanpa edan dikeluarkan wasit usai menerima dua kartu kuning dalam waktu berdekatan. Keren banget koleksinya. Bukan mobil mewah yang dikoleksi malah kartu kuning.

Roma kemudian langsung unggul 3-0 di mana pelaku pencetak gol terdiri dari Henrikh Mkhitaryan, Jordan Veretout, dan Lorenzo Pellegrini. Veretout ini golnya setelah gesek voucher penalti.

Sudah nikmat mana lagi yang Roma dustakan. Lawan 10 orang, dapat penalti pula. Nikmatnya.

Roma mengunci skor lewat tendangan keras Lorenzo Pellegrini di babak kedua yang membuat kiper Torino diam saja. Torino baru bisa mencetak gol memperkecil kedudukan lewat gol kemelut bin ribet awut-awutan Andrea Belotti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here