Entah kesal lantaran gagal juara apa gimana, AS Roma mendadak ‘cosplay‘ jadi panitia liga saat menjamu Spezia di laga Coppa Italia. Tim asuhan Paulo Fonseca itu sampai melakukan pergantian pemain seenaknya.

Inilah yang ramai dan viral dibicarakan sebagian besar kalangan sepak bola di dunia maya. Roma seperti tim amatiran saja sampai lupa dengan aturan pergantian pemain.

Jadi ceritanya, partai Roma versus Spezia di babak 16 besar Coppa Italia sudah mencapai skor 2-2 dalam 90 menit. Spezia unggul 2-0 lebih dulu lewat gol Andrey Galabinov dan Riccardo Saponara.

Roma kemudian menyamakan kedudukan lewat voucher Lorenzo Pellegrini dan Henrikh Mkhitaryan sehingga harus memaksa babak perpanjangan waktu.

Pada masa ekstra, terjadi insiden kiper Pau Lopez dikeluarkan wasit karena melanggar pemain Spezia di luar kotak penalti. Sebelumnya Roma sudah bermain dengan 10 orang karena Gianluca Mancini mendapat kartu kuning kedua.

Berhubung Lopez dikeluarkan, maka Roma mesti memasukkan kiper cadangannya Daniel Fuzato untuk menggantikan Bryan Cristante. Nah yang kocak, Roma malah memasukkan satu pemain lagi yakni Roger Ibanez untuk menggantikan Pedro Rodriguez.

Entah lupa apa gimana, atau mungkin saking lelah dan paniknya sampai tidak fokus menghitung sudah berapa kali melakukan pergantian. Padahal, di waktu normal mereka sudah melakukan pergantian 4 pemain. Ditambah dua di babak ekstra maka jadi 6 pemain. Sungguh terlalu.

FIFA memang memberikan relaksasi pada zaman COVID begini untuk melakukan 5 pergantian pemain plus tambahan pergantian 1 pemain di babak ekstra.

Namun, Coppa Italia tidak menerapkan aturan itu sehingga Roma sudah jelas melanggar peraturan. Terlebih, Roma juga melakukan pergantian dua pemain di babak ekstra.

Kapten Pellegrini sebenarnya sudah ngeh dengan pergantian ini. Dia sempat berdiskusi dengan Fonseca untuk memberitahu sudah enam pergantian. Namun entah, malah jalan terus.

“Kami akan mendiskusikannya secara internal apabila ada masalah. Namun memang iya, ada masalah,” ujar Fonseca setelah laga.

Banyak yang bertanya, kenapa wasit kok diam saja dan membiarkan Roma melakukan pergantian. Sekadar info saja, wasit tidak bertugas untuk itu.

Mereka mengakomodir setiap pergantian pemain masing-masing tim namun tidak memiliki kewenangan untuk menghitung sendiri jumlah pergantian. Hal itu ada di tanggung jawab tim masing-masing.

Kalau tidak bisa menghitung, harusnya dari awal pakai kalkulator atau belajar sempoa. Ikut les di Kumon juga sangat membantu. Menggunakan kalkulator untuk menghitung pergantian pemain itu tidak dilarang dalam pertandingan sepak bola.

Jadi singkatnya, wasit akan membiarkan setiap tim melakukan pergantian sesuka hati. Mau ganti sampai 20 pemain ya boleh saja, pasti akan diakomodir. Namun risiko tanggung sendiri. Sudah pasti bakal ada hukuman setelah pertandingan.

Roma mungkin lelah karena lama tidak juara. Jadi mereka ingin sekali jadi Juventus, yakni menjadi panitia liga. Mereka mungkin mau bikin aturan sendiri biar memudahkannya untuk juara. Namun hal itu jadi terlihat bodoh.

Semua pihak ramai-ramai mem-bully Roma. Soalnya bukan ini saja mereka kena hukuman gara-gara kesalahan administrasi. Pada awal musim “Giallorossi” dihukum gara-gara kedapatan salah menginput administrasi pemain.

Sanksi yang diberikan ini terjadi setelah pihak penyelenggara mengetahui AS Roma salah menempatakan nama pemain yang didaftarkan pada laga melawan Hellas Verona.

Gelandang AS Roma Amadou Diawara namanya telah didaftarkan sebagai pemain dari tim U-22 untuk pertandingan melawan Hellas Verona. Padahal, usia Diawara saat itu sudah menginjak 23 tahun jadi tidak memungkinkan memasukkan namanya di tim U-22.

Menariknya meski salah memasukan data pemain, Diawara sendiri tetap dimainkan selama 89 menit lamanya dalam pertandingan tersebut. Ngadi-ngadi saja ini Roma.

Kembali ke laga lawan Spezia, akibat main dengan 9 orang saja maka Spezia dengan mudah mengalahkan Roma. Spezia mampu mencetak dua gol lewat kepala bukan pundak lutut kaki, Daniele Verde.

Menjelang akhir laga, Saponara mencetak gol indah seakan meniru gol terindah Seri A dari legend Roma, Francesco Totti. Yakni melepaskan tendangan panenka dari luar kotak penalti yang menipu Fuzato.

Untung saja laga ini Roma mengalami kekalahan. Soalnya, jika menang tentu saja Roma bakal kena hukuman dan dipastikan kalah WO 0-3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here