AS Roma pelan-pelan mulai mendekati Juventus meski poinnya juga masih cukup jauh. Timnya Luciano Spalletti sukses membantai Milan di kontrakannya dengan skor 4-1 dan memangkas dua poin yang jadi selisih di antara mereka berdua.

Pertandingan seolah berjalan mudah buat Roma tanpa Irama saat baru berjalan delapan menit sudah mencetak gol. Mereka unggul duluan lewat tendangan Edin Dzeko yang tanpa malu-malu menembus gawang Gianluigi Donnarumma.

Berselang beberapa menit kemudian, Dzeko yang badannya tinggi kayak tiang-tiang di kontes burung kembali membuat gol lewat sundulan kepala. Dia memanfaatkan badan tingginya itu buat menyambut tendangan sudut Leandro Paredes.

Tertinggal 0-2 seolah bikin Milan malu, masa iya kalah di depan rakyatnya sendiri. Setelah mencoba melempar manggis, manggis dilempar akhirnya mangga didapat. Gol yang ditunggu datang juga setelah Mario Pasalic mencetak gol sundulan sambil rebahan.

Sayang, kualitas pemain Roma memang sepertinya masih jauh di atas pemain Milan skill-nya bersifat moderat, rata-rata air. Mau dibilang medioker rada tak etis juga, jadi mungkin sebaiknya dibilang moderat saja.

Roma yang berkostum merah tapi sok-sokan pakai kostum putih di laga itu malah menambah dua gol lagi lewat tendangan Stephan El Shaarawy dan penalti Daniele De Rossi. Skor 4-1 dimenangkan “I Giallorossi” tanpa peduli memikirkan hati para pemain Milan di San Siro.

Kualitas pemain yang timpang itu diakui oleh pelatih Milan, Vincenzo Montella, yang notabene mantan suaminya Roma. Mungkin dia masih sayang sama mantannya itu makanya diberikanlah kemenangan telak 4-1 buat Roma.

“Roma lebih superior dibanding Milan sebagai tim, individu, dan pelatihnya. Kami berharap bisa bangkit saat Pasalic mencetak gol, tapi akhirnya Roma memang lebih baik dan pantas mendapat kemenangan ini,” kata Montella yang makin hari makin ganteng saja.

Jika dilihat dari kasat mata, memang kualitas pemain Milan zaman sekarang ini pas-pasan. Pas cuma bisa main seri, pas buat menang, tapi ngepas juga kalau mau kalah. Tidak ada lagi nama pemain bintang macam Kaka, Paolo Maldini, Clarence Seedorf, Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, Gennaro Gattuso, dan Andrea Pirlo.

Yang ada hanya nama-nama seperti Pasalic, Jose Sosa, Gabriel Paletta, Leonel Vangioni, dan Matias Fernandez yang entah mereka comot dari mana. Penyebabnya sudah kita ketahui bareng-bareng, karena memang manajemen Milan belum lama ini tak punya uang jadi cuma bisa pakai pemain yang murah dan gratisan.

Tak hanya banyaknya gol bersarang di gawang Donnarumma yang tak ada hubungan saudara dengan Donna Agnesia. Tapi juga serangan Roma yang berulang kali menembus pertahanan Milan sampai si Donnarumma harus jatuh bangun kayak lagunya Meggy Z.

Beda kualitas permainan memang terlihat bedanya. Alhasil, Milan juga kini harus bermimpi untuk bisa main di Liga Malam Jumat alias Liga Europa. Poinnya jadi makin jauh dengan Atalanta.

Meski begitu, Roma tak mau terlihat meremehkan Milan yang lagi lemah. Dzeko yang lagi hobi bikin gol mengungkapkan kalau kemenangan mereka tak didapat dengan mudah. Tak semudah masuk jalur busway tanpa adangan polisi.

“Datang ke sini dan mencetak empat gol jelas tidak mudah, apalagi kami juga kebobolan. Tapi secara umum kami bisa bahagia malam ini,” ucap Dzeko, pria asal Bosnia.

Main photo credit: Twitter (@OfficialASRoma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here