Cristiano Ronaldo melakukan aksi fenomenal kala Juventus berhadapan dengan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar LIga Champions. Tiga gol plus satu selebrasi balasan ia lakukan untuk membawa “Si Nyonya Tua” melaju ke babak selanjutnya.

Melalui sebuah penelitian, ternyata ‘keajaiban’ yang sering dilakukan Ronaldo tercipta sebab sang pemain memiliki ‘ilmu’ yang tidak dimilki pemain lain. Yakni ilmu tekbal dalam menghadapi tekanan.

Pada laga Juventus melawan Atletico, memang kebanyakan orang berpikir bahwa langkah Juventus sudah terhenti sejak dikalahkan 0-2 di Wanda Metropolitano pada leg pertama.

Los Rojiblancos” memang dikenal dengan pertahanan yang sangat kuat. Jan Oblak di bawah mistar yang tergolong kiper bertangan delapan didukung oleh barisan bek kuat dengan komandoi Diego Godin.

Alhasil, meski leg kedua dimainkan di kandang Juventus, memenangkan laga dengan selisih tiga gol dirasa sebagai hil yang mustahal.

Dibalik segala keraguan, Ronaldo membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Hattrick Ronaldo membalikan keadaan dan membuat Juventus unggul agregat menjadi 3-2.

Performa CR7 jelas menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Ternyata, sebuah penelitian berhasil mengungkap sebuah fakta unik di balik performa luar biasa Ronaldo.

Ronaldo diketahui merupakan pemain yang mempunyai mental baja sehingga performanya kerap tak terganggu meski di bawah tekanan tinggi. Kalau pemain-pemain yang bermental lembek mungkin saat menghadapi laga dengan tekanan tinggi sudah nangis duluan.

Penelitian ini tak dilakukan secara sembarangan macam kelakukan orang buang sampah di negara ber-flower. Sebuah perusahaan analisis sepak bola SciSports bekerja sama dengan lembaga riset Universitas Leuven mempelajari seberapa besar tekanan menjadi faktor pada momen-momen penting sebuah laga.

https://twitter.com/IsmailAbshier/status/1105897170056691712

Hasil yang didapat berdasarkan data yang dikumpulkan dari 7.000 menit pertandingan. Kemudian dilakukan analisis bagaimana level performa seseorang dipengaruhi oleh tekanan dalam permainan.

Tebak siapa yang menempati urutan teratas? Jelas bukan Toni Blank meski Toni Blank selalu santai salam separatos saat menghadapi tekanan.

Ronaldo menempati urutan teratas pemain yang memiliki performa bagus meski dalam situasi penuh tekanan. Faktanya performa CR7 tetap stabil dan konsisten dalam berbagai momen pertandingan. Seperti yang dia lakukan bersama Juventus pada laga kemarin.

Ada yang kebal tekanan, ada juga yang lemah. Penelitian tersebut menunjukan bahwa Neymar merupakan pemain yang performanya sangat terpengaruh dari tekanan petandingan. Begitu pula dengan Eden Hazard.

Mereka berdua ternyata mudah terpengaruh. Kalau salah bergaul pasti kerjaannya narkoba, miras, dan frisek.

Menurut analis SciSports, Jan van Haaren, Neymar membuat keputusan-keputusan yang justru lebih buruk bila berada di bawah tekanan. Sementara Hazard juga dipengaruhi oleh tekanan, dan sering membuat keputusan dalam permainan yang buruk ketika tim dalam penguasaan bola.

“Tekanan mental sudah dipelajari di olahraga seperti baseball dan basket, tapi di sepak bola, ini yang belum dipetakan,” ujar Profesor Jesse Davis dari Departemen Ilmu Komputer Universitas Leuven seperti dikutip dari Liputan6.

“Itulah kenapa kami mengembangkan sebuah model menggunakan machine learning untuk memperkirakan seberapa banyak tekanan mental yang dialami oleh pemain yang menguasai bola,” tambahnya.

“Model tersebut menganalisis bagaimana kinerja pemain ini di bawah tekanan: keputusan apa yang dia buat, apakah tindakan yang dipilih dieksekusi dengan baik dan seberapa besar dampak atas tindakan yang dipilih itu terhadap hasil pertandingan?” tutupnya.

https://twitter.com/goal/status/1105841743092695040

Main photo: talksport.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here