Namanya manusia pasti punya kesabaran. Tapi namanya kesabaran juga ada batasnya, lama kelamaan bakal habis juga. Kalau ledek-ledekan di tongkrongan saja yang awalnya asyik lama-lama bisa jadi enggak asyik setelah kawan kita ada yang baper alias habis kesabarannya lantaran diledek terus-terusan.

Itulah yang terjadi dengan Arda Turan. Pemain Barcelona itu memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim nasional Turki usai pertandingan lawan Makedonia. Keputusan itu terbilang dadakan kayak tahu bulat.

Usut punya usut, Turan rupanya berselisih dengan salah seorang wartawan media Turki bernama Bilal Mese. Keributan itu terjadi di pesawat dalam penerbangan pulang dari laga uji coba lawan Makedonia.

Turan rupanya sudah lama “KZL” dengan si Mese. Berawal dari pemberitaan yang ditulis Mese soal adanya kisruh antara pemain-pemain senior Turki dengan Federasi Sepak Bola Turki (TFF) mengenai bonus usai Piala Dunia 2016.

Turan merasa pemberitaan itu merupakan fitnah. Apalagi fitnah itu lebih kejam daripada tidak fitnah. Selain itu, pemain berusia 30 tahunan itu juga merasa dirinya serta keluarganya dilecehkan.

Itulah mengapa, ketika melihat Mese satu pesawat dengan Turan, dia langsung menghampirinya, meneriakinya, dan mencengkeram leher Mese. Bahkan beredar kabar, ketika turun dari pesawat Turan kembali menghampiri Mese dan melayangkan pukulan meski sempat ditahan oleh orang-orang di sekitarnya.

“Pertama saya kira bergurau. Tapi saya lihat ada pukulan melayang,” kata CNN Turk mengutip kalimat Mese.

Belum cukup sampai di situ, Turan membuat keputusan mencengangkan. Tanpa pandang bulu, entah bulunya siapa, mantan pemain Atletico Madrid itu memutuskan untuk pensiun dari timnas.

Bak petir di siang bolong, bak Syahrul Gunawan berubah jadi seperti Young Lex. Tentu saja ini sebuah keputusan yang mengejutkan mengingat Turan sebenarnya adalah kapten tim “Ay-Yildizlilar” -julukan Turki-.

Turan dikatakan lagi masa keemasan. Ibarat buah, lagi matang-matangnya, lagi ranum-ranumnya, enak buat dipetik apalagi dijadikan jus.

Tentu ini kerugian buat timnas Turki yang akan kehilangan pemain andalannya. Apalagi, Turan sudah bergabung dengan timnas sejak 2006, saat usianya masih 19 tahun, lagi asyik-asyiknya punya pacar dua.

Turan sendiri tak menyesali perbuatannya. Menurutnya, hal itu sebuah keputusan yang amat sangat tepat. Dia ingin memberi pelajaran kepada warga Turki agar jangan sembarangan meledek. Setiap orang ada batasnya.

“Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya merasa seperti burung karena saya tidak pernah melupakan apa yang dikatakan Mese mengenai saya. Saya mengakhiri karier tim nasional. Saya berbicara sebagai seseorang yang melayani di semua level tim nasional, yang mencintai negaranya, dan cinta dengan seragam ini,” ujar Turan.

Turan padahal sedikit lagi bakal mencapai 100 caps di timnas. Saat ini dia sudah bermain sebanyak 97 pertandingan selama 11 tahunan. “Saya telah berbicara dengan pelatih kami dan presiden federasi dan memberitahu bahwa saya ingin meninggalkan tim nasional,” sambungnya di-copas dari Goal.

“Saya bilang saya tidak ingin bermain melawan Kosovo. Saya selalu memberikan respons untuk mereka yang menerbitkan berita palsu seperti itu. Saya tidak pernah melupakan akibat dari berita tersebut untuk kami.”

Begitulah akibatnya kalau terlalu sadis dalam menulis berita. Ujung-ujungnya ngambek dan malah merugikan negara.

Main photo: ESPN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here