Chelsea berhasil meraih kemenangan di laga pembuka Premier League mereka musim 2020/2021. Bertandang ke markas Brighton & Hove Albion di Falmer Stadium, Chelsea menang dengan skor 3-1 atas tim tuan rumah.

Pada laga tersebut, Chelsea langsung pamer dua pemain barunya, Kai Havertz dan Timo Werner. Maklum, habis jajan-jajan mahal mereka di bursa transfer.

Untung mereka berdua tidak dipelakukan seperti sepatu baru yang kalau pertama dipakai biasanya diinjak-injak sama teman-teman.

Sayang pada laga debutnya, baik Werner maupun Havertz gagal unjuk gigi.

Werner masih lumayan setelah dirinya berhasil memenangkan pelanggaran yang berbuah penalti bagi Chelsea di menit ke-23.

Seperti biasa, Jorginho yang mengambil eksekusi dengan gaya andalan dikedet macam layangan, sukses menaklukkan Matthew Ryan.

Tapi bagi Kai Havertz, bahkan ia gagal melepaskan satu tembakan pun ke gawang Brighton. Tentu bukan debut manis yang diharapkan kedua pemain asal Jerman tersebut.

Brighton juga bukan kaleng-kaleng, di laga itu mereka bahkan mencatat peluang yang lebih banyak dibanding Chelsea. Total 13 berbanding 10 untuk tim asal London.

Satu di antaranya berbuah gol hasil tendangan jarak jauh Leandro Trossard. Tidak heran tapi. Sebab di bawah mistar Chelsea masih dipercayakan kepada Kepa “Jordi El Nino” Arrizabalaga.

Ujung-ujungnya justru lini pertahanan Chelsea yang beraksi di laga itu. Dimulai dari gol Reece James yang melepaskan tendangan roket dua menit berselang dari gol Brighton.

James bahkan menjadi kreator gol Kurt Zouma dengan memberikan umpan sepak pojok. Skor 3-1 bertahan hingga akhir laga.

Timo Werner sendiri mengatakan bahwa kekuatan fisik Premier League sangat berbeda dengan Bundesliga. Padahal baru lawan Brighton dia…

“Tentu saja fisik dan kekuatan para pemain bertahan lawan [masih jadi kendala], saya bermain melawan tiga pemain bertahan dengan fisik besar, Anda tidak menemukan hal seperti itu di Jerman,” ujarnya, dikutip dari Goal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here