Rekor kemenangan beruntun Stefano Pioli bersama Inter akhirnya terhenti. Yang menghentikan juga mantannya sendiri, Lazio, dengan skor 1-2 di Coppa Italia, tadi malam, waktu Italia, bertempat juga di Italia.

Sejak menangani “La Beneamata” sejak November silam, Pioli memang mencetak kemenangan beruntun sampai sembilan kali di segala kompetisi. Laga melawan Lazio harusnya bisa jadi kemenangan kesepuluh. Namun, mantan berkata lain dan memang selalu menyebalkan.

Entah sudah banyak artikel bolatory yang menuliskan soal mantan yang selalu menyakitkan. Namun, memang begitulah kenyataannya. Banyak mantan yang memang masih suka menyakiti kita.

Pioli mengakui bahwa timnya banyak melakukan kesalahan. Salah satunya saat bek mereka, Joao Miranda tanpa Gultom dikartumerah wasit yang entah siapa namanya itu. Sudah kartu merah, di kotak penalti pula. Sial benar nasib Inter.

Gara-gara kartu merah, Pioli menyebut sulit meraih kemenangan. Pasalnya, ketika Miranda dikeluarkan Inter tengah mengejar ketertinggalan 0-1. Apalagi setelah Lucas Biglia sukses mengonversi peluang intan permata di kotak penalti itu. Makin berat lah langkah Inter, seberat beban negara dalam mengurangi angka pengangguran.

“Semua bisa kalah dalam suatu pertandingan. Kami membuat kesalahan lebih banyak daripada biasanya. Namun, tim besar selalu tahu caranya untuk bangkit,” ujar Pioli, percaya diri, dikutip dari Football Italia. 

“Sebenarnya kami memulai laga cukup baik. Andai kami bermain 11 orang, maka hasilnya akan beda,” kata Pioli menambahkan.

Inter memang sudah memulai pertandingan dengan 11 orang. Namanya sepak bola selalu dimulai dengan 11 orang, tidak pernah hanya tiga orang saja. Kalau bertiga namanya roda bajaj.

Main photo credit: Foot the Ball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here