Sekarang memang lagi tren tim-tim papan atas digulingkan tim-tim papan bawah. Bukan cuma papan bawah, tapi dari divisi di bawahnya lagi. Sebut saja Bayern Muenchen dan Real Madrid. Tersingkir dari Piala Jerman dan Piala Spanyol oleh tim dari divisi dua dan tiga.

Liverpool pun mencoba mengikuti tren yang sedang berkembang itu. Dalam lanjutan Liga Primer, “The Reds” dikalahkan Burnley 0-1 di Anfield. Burnley saat ini berada di posisi ke-16 klasemen Liga Primer.

Burnley bahkan tidak tercantum logonya dalam hasil pertandingan yang dipublikasikan Google. Ya, Google memang rajin memberikan update skor pertandingan tapi kali ini logo Burnley tidak tampak. Burnley mungkin dianggap tim dari divisi 8 Inggris kali ya.

Yang pasti, Burnley mematahkan catatan tidak pernah kalah Liverpool di Anfield. Tim asuhan Juergen Klopp itu memang luar biasa sekali selama main di Anfield.

Mereka tidak terkalahkan selama 68 pertandingan Liga Primer. Terakhir kali mereka kalah itu saat ditekuk Crystal Palace 1-2 pada 23 April 2017. Artinya hampir 4 tahun lamanya mereka tak merasakan kekalahan di kandang di Liga Primer.

Dalam kurun 4 tahun biasanya kalau di pernikahan itu sudah dikaruniai dua anak. Bahkan ada yang sampai tiga anak kalau rajin bikinnya.

https://twitter.com/ak_roy19/status/1352411419682082817

Sadio Mane dan kawan-kawan memang tampak frustrasi di laga ini. Mereka tampak sulit banget untuk mencetak gol ke gawang lawan. Tercatat selama 2021 ini, Liverpool memang belum mencetak gol sama sekali di Liga Primer.

Entah apa yang salah. Mungkin para pemain Liverpool ini butuh pijat refleksi supaya bisa lebih rileks lagi mainnya.

Wong sudah dikasih peluang emas banget oleh bek Burnley, Divock Origi malah menendangnya ke tiang gawang. Padahal sudah sendirian, one on one dengan kiper Nick Pope.

Pope ini juga bikin para pemain Liverpool stres. Banyak banget peluang Salah dkk bisa dimentahkannya. Bahkan bukan cuma Pope, tapi bek Burnley yakni Ben Mee dan James Tarkowski ikut-ikutan menjaga gawang. Serasa pakai 3 kiper.

Lagi penasaran dengan kebuntuan ini, Liverpool malah kebobolan. Mereka kecolongan setelah Ashley Barnes lolos dari jebakan betmen, kemudian dijegal oleh Alisson Becker. Voucher penalti lalu diberikan sang wasit, Barnes yang mengambil sendiri penaltinya dan gol.

Liverpool sampai akhir laga masih tetap gagal mencetak gol. Fix sepertinya Liverpool bakal memulai puasa 30 tahun tanpa gelarnya.

“Tidak sulit untuk mencapai belakang garis mereka, namun kami melakukan umpan silang terlalu cepat dan berharap bola mengenai kepala, itu tidak masuk akal,” ujar Klopp kepada Sky Sports dikutip dari bolanet.

“Di babak kedua kami mendapatkan banyak momen yang bagus, terutama dengan Trent di tempat yang tepat, namun dia mencoba mengoper bola ke dalam dan kami tidak berada di momen yang tepat,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here