Mentang-mentang lagi April Mop, Jerman terlalu kelewat bercanda hingga akhirnya kalah memalukan dari Makedonia Utara. Padahal, Jerman di atas kertas dan di atas keyboard harusnya memenangkan laga itu.

Laga ini memang berstatus “winnable” alias sangat bisa dimenangkan oleh Jerman. Soalnya Jerman kan tahu sendiri kualitas pemainnya mantap-mantap semua. Beda dengan Makedonia yang cuma 2-3 pemain saja yang oke.

Mungkin Jerman mau merayakan April Mop meski di jadwal masih tertera 31 Maret. Namun kelewat bercanda. Barangkali maksud hati mau bikin prank buat warga dan fansnya.

Biar pas baca pagi-pagi, langsung menyimpulkan “Halah April Mop, bisa aje Jerman ah.” Padahal betulan kalah.

Entah kenapa, para pemain Jerman ini kembali ke penyakit lama. Entah penyakitnya apa. Tidak ada yang tahu. Cuma Tuhan yang tahu.

Mungkin karena kipernya pakai kiper Barcelona, bukan yang Bayern Muenchen punya. Makanya kalah, bobol dua gol tak mampu membalasnya.

Goran Pandev membawa negaranya unggul setelah berada dalam posisi yang tak terjaga, sendirian, macam mbak-mbak yang menyerang Mabes Polri.

Jerman yang banyak punya peluang tapi dibuang-buang begitu saja. Mubazir banget. Punya banyak tapi dibuang-buang. Mereka bahkan cuma bisa balas gol lewat gesek voucher.

Leroy Sane dijatuhkan Ezgjan Alioski di lapangan rada ke pinggir tapi masih di dalam kotak penalti. Ilkay Gundogan pun sukses menggesek voucher dengan tepat.

Jerman sebenarnya punya peluang gedeeeee banget lewat Timo Werner. Yah apa daya, Werner memang tugasnya cuma jadi pemberi assist saja. Mencetak gol tampaknya dia sudah lupa.

Mendapat umpan brilian dari Sane pada menit ke-79, Werner malah keserimpet. Padahal posisinya sudah di depan gawang, tak terkawal, kiper juga tampaknya sudah mati langkah. Sudah kayak Dewa Kipas, tak berdaya di depan Irene.

Werner pasti menyesal dengan sangat mampus setelah itu. Bahkan digoblok-goblokin satu negara. Soalnya kalau gol mereka bisa raih kemenangan. Namun ya, namanya juga lagi bercanda.

Soalnya setelah itu Jerman yang kebobolan enam menit kemudian. Dan di situlah Jerman merasa sedih. Soalnya malah jadi kalah.

Eljif Elmas jadi pahlawan kemenangan negaranya yang layak diarak seluruh ibukota. Dia menerima umpan dari Arijan Ademi dan dengan enak membobol gawang Ter Stegen kedua kalinya bagi Makedonia.

“Dia harus memasukkan bolanya, tidak diragukan lagi. Dia sudah menunjukkan kalau dia bisa mencetak gol. Kekalahan ini salah kami sendiri,” ujar Joachim Loew, marah besar ke Werner.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here