Laga uji coba terakhir Inggris berakhir dengan manis walau tidak sampai disemutin ataupun kesemutan. Menjamu peserta Piala Dunia lainnya, Kosta Rika, pasukan Gareth Southgate berhasil meraih kemenangan meyakinkan 2-0.

Dengan kemenangan tersebut, “The Three Lions” mencatatkan hasil tak terkalahkan sepanjang laga uji coba yang mereka jalani. Inggris berhasil menaklukan Belanda, bermain adil melawan Italia, membuat Nigeria kalah, dan terakhir adalah selebrasi melawan Kosta Rika.

Bukan hanya itu, Inggris juga tidak sekalipun merasakan kekalahan ketika berada di grup kualifikasi Piala Dunia. Apakah ini pertanda bakal juara dunia? Kita lihat saja.

Yang jelas modal yang cukup baik tentunya bagi tim asal negeri Ratu Elizabeth itu. Meski begitu modal tersebut sepertinya belum cukup untuk membuat kontrakan 10 pintu.

Pada gelaran Piala Dunia 2018 Rusia nanti, Inggris akan menghadapi Tunisia di laga pertama grup G pada tanggal 18 Juni. Selanjutnya mereka akan bertemu Panama dan Belgia yang juga tergabung dalam grup yang sama.

Gareth Southgate membuat keputusan berani pada laga uji coba ini. Ia merotasi total 10 pemain dibanding dengan skuat saat mengalahkan Nigeria.

Southgate yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “gerbang selatan” itu ingin agar semua pemain yang dibawanya memiliki sisi kompetitif sehingga tak akan merasa demam panggung. Pasalnya kalau demam panggung tak cukup dengan minum Tempra Forte rasa jeruk untuk meredakannya.

“Kami butuh kompetisi tersebut, tapi saya bahagia dengan persiapan kami dan saya merasakan hal positif mengenai persiapan untuk turnamen Piala Dunia. Kami melakukan 10 pergantian dan mempertahankan momentum dengan cara kami. Setiap pemain mengerti tugasnya dan kerja keras tim memperlihatkan mentalitas yang bagus,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.

Pada pertandingan yang digelar di Elland Road, markas dari Leeds United, timnas Inggris sudah unggul 1-0 di menit ke-13. Pemain muda Marcus Rashford membuat sebuah gol cantik tanpa harus membeli dua produk deterjen pencuci pakaian. Gol yang membuat komentator berucap “fabulous from Marcus Rashford” itu dicetak dari luar kotak penalti.

Mendapat operan dari Ruben Loftus Cheek, Rashford yang melihat ada kesempatan langsung gercep alias gerak cepat. Mungkin malas untuk melakukan dribling karena bisa lelah, ia melakukan tendangan keras yang tak mampu dibendung Keylor Navas.

Peluang emas berlian Kosta Rika baru didapat  pada menit ke-27 melalui Johan Vanegas. Mencoba melakukan tendangan kotak+R2 dari luar kotak penalti, tembakannya masih bisa dihalau Jack Butland yang bukan saudara dari Jack Daniels. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Inggris.

Inggris tetap memegang kendali jalannya pertandingan pada babak kedua. Hasilnya mereka kembali menambah gol di menit ke-76. Dele Alli yang merangsek di sisi kiri tidak bisa dihalangi oleh para bek Kosta Rika. Kalau ada penjagaan satpam mungkin dia tidak bisa lolos.

Alli kemudian mengirimkan umpan kepada Danny Welbeck yang berdiri bebas. Dengan sebuah lompatan kocak, Welbeck berhasil menyambar bola dan memberikan assist kepada tiang. Keunggulan Inggris 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih Southgate memberikan pujian kepada Rashford yang ia nilai bermain baik pada laga tersebut. Benar-benar layak dipuji ketimbang di-bully di kolom komentar Instagram. Masak sudah bikin gol bagus begitu masih di-bully. 

“Yang membuat saya bahagia adalah Marcus Rashford menikmati pertandingan semalam. Dia bermain dengan penuh percaya diri. Itu adalah gol yang hebat dan dia bekerja sangat keras untuk tim,” kata Southgate dikutip  dari Kompas.

 

https://twitter.com/TheSportsman/status/1004825392925085696

Main photo: mala3eb.tv

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here