Mentang-mentang tampil di kandang mantan, Sergio Ramos mendadak jadi tidak tegaan dan baperan. Kapten Real Madrid itu jadi bintang saat bertemu dengan Sevilla dengan mencetak dua gol, satunya ke gawang sendiri. Madrid pun kalah 2-3.

Bertemu Sevilla yang merupakan mantan lamanya ternyata bikin emosi tersendiri bagi Ramos. Pertahanan yang dikawalnya kacau balau, mungkin masih mengenang ingatan lama saat 12 tahun lalu masih memadu kasih dengannya. Namanya mantan terindah, biar dikata putus sudah lama juga pasti masih melekat.

Sevilla mencetak gol pertamanya melalui Wissam Ben Yedder yang lagi gacor. Ramos telat menutup pergerakan Ben Yedder yang menerima umpan sundulan Jesus Vallejo yang tak lain dan tak bukan adalah kawannya Ramos.

Kekacauan itu dengan enak dituntaskan Ben yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan Kiko Casilla. Tendangannya pelan saja tak seperti semburan blangwir, tapi tetap masuk dan akurat lewat kolongnya Casilla.

Menjelang akhir babak pertama, Madrid kembali kebobolan lagi setelah huru-hara terjadi di kotak penalti mereka meski tak sampai ada yang bakar ban segala. Miguel Layun memanfaatkan peluang di mana para Madrid pada jatuh bangun berusaha keras menjaga gawangnya, tapi tetap saja bobol di depan muka.

Di babak kedua, Madrid mencoba bangkit. Namun tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo memang berat banget. Apalagi Toni Kroos, Marcelo, Dani Carvajal, dan Luka Modric diistirahatkan. Jadi memang yang turun ini cuma tim lapis duanya demi menjaga kesehatan untuk lawan Liverpool.

Tapi ternyata kualitasnya memang jauh banget. Madrid benar-benar tak berdaya, membaca saja mereka sulit.

Los Blancos” yang kali ini pakai baju warna biru kehijauan kayak ATM BNI itu sebenarnya dapat peluang rendang banget. Namun, Ramos yang jadi algojo malah menendangnya ke tiang. Dia mungkin berharap pantulannya bisa masuk ke gawang, tapi kenyataannya malah mantul keluar.

Ramos ini benar-benar sok jago, padahal namanya kalau di Indonesia cuma jadi merek beras. Tak cuma penalti, tendangan bebas juga dia yang ambil. Mentang-mentang di tim itu paling senior, jadi merasa jago karena tidak ada Ronaldo, Modric, Gareth Bale, atau Kroos.

Aksi konyolnya makin menjadi setelah dia membayar utangnya itu dengan membuat gol lewat sebuah sledingan luar biasa dari sudut sempit pula. Sayangnya gol tersebut justru ke gawang sendiri dan menjadikan skor 3-0 buat Sevilla. Bukannya mengubah skor jadi 2-1, dia malah bikin jadi 3-0. Ada-ada saja ini batok Mio.

Pergerakan Layun di sisi kanan memang berusaha dicegah oleh Ramos sambil melakukan block tackling. Bola sukses membentur kakinya tapi malah belok berubah arah ke gawangnya sendiri lalu masuk dengan nikmat.

Beruntung Madrid mampu memperkecil ketinggalan lewat sundulan rambut kanan Borja Mayoral menjelang akhir babak kedua. Lalu Madrid dapat penalti lagi yang rada-rada kurang jelas. Samar-samar seperti suara kuntilanak kalau lagi dekat.

Bola nun jauh di mana, tapi wasit melihat ada dorongan dari Gabriel Mercado kepada Theo Hernandez. Ada-ada saja.

Kali ini Ramos menendangnya hati-hati, tidak ke atas takut mengenai burung. Bola ditendang pelan ke arah kiri, menipu Sergio Rico yang tak pakai rok panjang saat itu.

Skor 3-2 paling tidak menipiskan kekalahan Madrid. Jadi tidak malu-malu amat dibantai sampai 3-0 begitu. Toh, posisi Madrid juga tak bisa diganggu gugat lagi di La Liga. Paling-paling mengejar Atletico di posisi kedua yang berjarak tiga angka. Meski akhirnya kesempatan ini pupus.

“Apakah kalian pikir kami datang ke sini untuk kalah? Semua pemain layak bermain dan beristirahat. Kekalahan ini tidak akan memengaruhi kami. Kami kecewa namun akan kembali bekerja dan kami akan bertanding lagi pada Sabtu,” ujar Zinedine Zidane yang kepalanya makin hari makin licin saja.

https://twitter.com/SquawkaNews/status/994327190299971584

Main photo: Squawka 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here