Paris Saint-Germain secara mengejutkan takluk di tangan Stade Reims pada laga pekan ketujuh  Parc des Princes. Menjamu Stade Reims di kandang, “Les Parisiens” kalah dengan skor 0-2.

Berstatus tim anak sultan, seharusnya PSG ini hanya kalah dari sesama tim kaya saja. Tidak level mereka kalah dari tim aca-ucu yang datang dari kasta sobat misqueen jika dibanding PSG.

Tapi status anak sultan itu nyatanya tidak membuat Stade Reims menjadi gentar. Mereka tetap memberikan perlawanan saat main ke kandang orang.

PSG ternyata tidak bisa semena-mena mentang-mentang mereka kaya raya dengan uang dari ‘crazy rich Timur Tengah’.

Pada laga ini PSG memang tidak turun dengan kekuatan maksimal sejak awal laga. Nama-nama seperti Marquinhos, Angel Di Maria atau Thomas Meunier duduk di bangku cadangan. Selain itu sederet pemain juga masih cedera seperti Kylian Mbappe, Edinson Cavani, atau Mauro Icardi.

Meski demikian status kesultanan PSG tidak berkurang dengan kehadiran Neymar yang menjadi perwakilan dan simbol kekayaan PSG di atas lapangan. Mega bintang super mahal tersebut dipasang sejak menit awal.

PSG yang mendominasi penguasaan bola menghasilkan sejumlah peluang pada awal babak pertama. Tapi begitu pula dengan Reims yang terlihat beberapa kali mengancam gawang PSG.

https://twitter.com/btsportfootball/status/1176937131664650240

Justru tim tamu yang membuka keunggulan lewat gol Hassane Kamara di menit ke-29. Mendapat umpan lambung dari sisi kanan, Kamara yang setiap melompat kakinya bisa tidak menyentuh tanah, mampu menyundul bola ke ujung gawang.

Keylor Navas sempat menepis sundulan tersebut. Sayang tepisannya masih mengarah ke gawang. Coba ditepis ke arah penonton, bangku cadangan, atau ke arah parkiran, pasti tidak jadi gol.

PSG terus mencoba untuk membobol gawang Reims di sisa pertandingan. Tapi malah Reims yang menggandakan keunggulan sekaligus mengunci kemenangan tim tamu di menit akhir pertandingan.

Pada menit 90+4, tendangan akrobatik Boulaye Dia kembali membuat jala gawang PSG bergoyang. Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Reims.

“Banyak hal yang tidak bekerja secara semestinya. Kami pantas kalah,” kata Thomas Tuchel dikutip dari Goal.

“Kami tak punya kecepatan bermain dan juga menunjukkan mentalitas buruk. Reims menampilkan performa terbaik. Kami kurang presisi dan tidak terlihat berbahaya di depan. Ini adalah performa yang buruk dari kami. Saya kecewa.”  

https://twitter.com/FootballFactly/status/1176970368784859137

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here