Posisi Antonio Conte di Chelsea sempat bagai telur di ujung emas Monas. Disentuh sedikit sudah pasti jatuh dan pecah tak keruan. Pasalnya “The Blues” tidak mampu untuk merebut satu tiket ke Liga Champions. Chelsea hanya berakhir di peringkat kelima klasemen Premier League.

Namun setelah memenangkan Piala FA, Conte dapat sedikit bernapas lega. Antonio Rudiger pun memuji kinerja sang pelatih. Ia menganggap Conte sebagai seorang pemenang.

Sepanjang musim ini, pelatih yang rambutnya pernah terancam pembalakan liar itu memang sering jadi sasaran kritikan jika performa Chelsea sedang menurun. Habis mau siapa lagi yang disalahkan jika bukan pelatih. Tidak mungkin menyalahkan tiang gawang yang tidak ada salah apa-apa dan diam saja di lapangan.

Memang pada gelaran kompetisi musim 2017/2018 Chelsea dapat hasil yang kurang memuaskan. Tak bisa melangkah jauh di Liga Champions, gagal mempertahankan gelar juara Premier League, juga gagal bertengger di empat besar.

Meski demikian Rudiger tidak memungkiri bahwa Conte adalah salah satu pelatih yang sangat bagus. Kalau tidak bagus, tidak mungkin pernah menjuarai Seri A dan Liga Primer.

“Conte? Saya rasa semua orang tahu dia pelatih yang sangat bagus. Secara taktik dia sangat baik,” ujar Rudiger dikutip dari Liputan6.

Selama karier kepelatihan Conte di Chelsea, memang pelatih yang seangkatan dengan Anies Baswedan itu selalu meraih gelar tiap tahun. Musim ini pun ia selamat setelah memenangkan pertandingan final Piala FA melawan Manchester United.

https://twitter.com/Krowd9/status/998488515175477253

“Pada tahun pertamanya, dia memenangi (Premier) League kemudian pada tahun kedua meraih gelar Piala FA. Dia telah menunjukkan bahwa dirinya adalah pelatih yang bisa memenangi gelar dan saya ingin memenangi gelar,” ia melanjutkan.

Walau sama-sama bernama depan Antonio, tetapi untuk urusan masa depan Conte di Chelsea, Rudiger mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Ia tidak mendukung tidak juga mempermasalahkan jika Conte dipecat. “Lo lo, gue gue” mungkin prinsipnya bukan “lo gue end”.

Bek yang jago membaca buku berbahasa Jerman tersebut mengatakan bertahan atau perginya Conte tidak akan berpengaruh dan berarti apa-apa untuknya. Ya tentu saja, soalnya bukan Conte yang kasih makan Ruediger.

“Dia menunjukkan kalau dia adalah seorang pelatih yang bisa memenangkan trofi-trofi dan inilah apa yang saya inginkan, saya ingin memenangkan trofi-trofi. Jika dia bertahan atau mungkin pergi, itu adalah situasi yang sama bagi saya,” pungkas Rudiger seperti dicopas dari Okezone.

Kini Chelsea diberitakan tengah berusaha mendapatkan jasa pelatih asal Italia lainnya, Maurizo Sarri. Napoli memutus kontrak Sarri setelah “I Partenopei” berhasil mendatangkan Carlo Ancelotti.

https://twitter.com/talkchelsea/status/977681583820943360

Main photo: sports.cctv.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here