Kisah dongeng “Sang Dewi” Atalanta di Champions League musim ini harus berakhir dengan pedih. Bermain di babak perempat final kontra tim anak sultan Paris Saint-Germain, Atalanta takluk setelah kena comeback dengan skor tipis 1-2.

Benar-benar tak ada belas kasih yang ditunjukan PSG di laga itu. Sampai menit 90 masih dikasih menang dan merasakan hawa-hawa semi final Champions. Tapi hanya dalam tiga menit selanjutnya, Atalanta dibuat merasakan sakit hati.

Seperti pertarungan antara Capoeira melawan Musuh SJW di Twitter. Laga memang sudah diprediksi akan berjalan seru karena kedua tim sama-sama gragas di depan gawang lawan sepanjang musim ini dengan mencetak lebih dari 110 gol di semua kompetisi.

Memang kalau dilihat dari sisi finansial, Atalanta ini kalah jauh sebenarnya. Macam remah-remah “ayam goreng fried chicken” kalau di pinggir jalan.

Bayangkan saja, gaji Neymar seorang diri bahkan melebih gaji seluruh skuat Atalanta. Neymar ini kalau ada netizen yang rewel, sepertinya bisa ia bayarin bacotnya biar itu orang tidak ada bacotnya seumur hidup.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1293655183310884864?s=19

Babak pertama, bisa dibilang Atalanta lebih megang. Baru menit kedua saja mereka hampir mencetak gol lewat Papu Gomez.

Tapi semenit berselang Neymar langsung merespon dengan peluang 1 v 1 dengan kiper. Sayang Neymar sepertinya sedang cosplay jadi Higuain.Walau gesit macam Jupiter Z, tapi penyelesaian akhir Neymar 11-12 dengan Lord Chamakh.

Sementara Mauro Icardi lebih parah. Cuma bikin lini serang tampak ramai saja tapi kurang ada gunanya dia.

Sementara Atalanta yang lebih banyak menciptakan tendangan tepat sasaran, sukses mencetak gol lewat sepakan cantik Mario Pasalic. Skor 1-0 mengakhiri babak pertama.

Pada babak kedua, masuknya si anak cyborg Kylian Mbappe langsung menambah daya gedor PSG. Tim asuhan Thomas Tuchel membombardir pertahanan Atalanta meski tidak tembus-tembus.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1293600597367758851?s=19

Hingga akhirnya masuknya pemain yang dulu disebut transfer antah berantah dari Stoke City yang degradasi bernama Eric Choupo-Moting, menjadi pembeda di masa di menit-menit terakhir.

Umpan kuncinya kepada Neymar berhasil menjadi gol penyama yang dicetak Marquinhos. Bahkan Choupo-Moting memberikan broken heart goal yang mengubur mimpi Atalanta setelah ia mencetak gol di menit 90+3. Skor 2-1 bertahan hingga akhir.

Gian Piero Gasperini menyebut bahwa kekalahan di menit akhir begitu terasa menyakitkan. “Kami bisa saja kebobolan lebih awal, dengan cara yang mungkin lebih baik, lantaran kebobolan di menit-menit akhir jelas lebih menyakitkan. Kami sudah melakukan semua yang kami bisa,” imbuhnya, dikutip dari Detik.

Sementara Thomas Tuchel mengaku sangat bahagia bisa mempersembahkan hadiah ulang tahun klub yang ke-50. “Hari ini klub berulang tahun, tepatnya 50 tahun, jadi kami tidak akan melupakan ulang tahun ini,”

https://twitter.com/Sporf/status/1293656845849112577?s=19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here