Paris Saint Germain (PSG) membuka peluang mereka untuk lolos ke babak berikutnya di Liga Champions. Hal itu didapat setelah mampu menundukkan tim yang suka tampil kocak, Manchester United, 3-1.

Bermain di Old Trafford, MU tampak pede menjamu PSG. Maklum, katanya grup neraka tapi kok bisa di puncak klasemen. Begitu pikir fans dan admin medsos Emyu.

Memang tidak boleh takabur. Baru menang dua kali lawan Leipzig dan PSG sudah sombong. Akibatnya di laga ketiga keok dari Basaksehir. Meski bisa membalasnya, MU kini kalah lagi dari PSG.

Akibatnya, Grup H pun jadi njlimet. Ruwet kalau kata Pakde Jokowi. Di saat yang bersamaan Leipzig menang dramatis 4-3 atas Basaksehir. Sehingga klasemen dipuncaki bareng-bareng dengan sembilan poin. Namun, MU masih unggul head to head dan selisih gol dari PSG dan Leipzig.

Alhasil, MU meski melakoni laga pamungkas minggu depan lawan Leipzig. Bakal bertarung sampai mampus. Kalau tidak, siap-siap direbus para kreator meme.

Bermain di Old Trafford, PSG bisa unggul duluan lewat gol asyik ala Neymar. Lolos dari jebakan offside, Neymar menghajar gawang David De Gea dengan tendangan seperempat voli.

Pertandingan mulai berangsur seru dan panas meski tak menjurus cabul. Beberapa warga Manchester terlibat adu mulut dengan beberapa warga Paris.

Meski tidak ada bapak-bapak pakai helm atau memakai kaus oblong dan bersarung untuk melerai, keributan itu reda dengan sendirinya.

MU akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-32 lewat sepakan Marcus Rashford yang membentur bek PSG. Rada hoki-hokian juga. Berkat deflect, bola mampu menipu Keylor Navas yang rajin memakai kolor.

MU punya peluang emas banget di babak kedua. Anthony Martial yang sudah berdiri bebas di depan gawang yang kosong, gagal memanfaatkan peluang rendang tersebut. Bola malah ditembak ke atas mengincar angin dan harapan.

Tak berhenti sampai di situ. Edinson Cavani ikut-ikutan membuang peluang. Tidak mau kalah dengan Martial.

Peluang enak depan kiper mampu di-lob oleh Cavani tapi kena tiang. Mungkin memang tiang yang diincarnya. Lucunya, bola pantulan bisa dikejar Bruno Fernandes untuk dioper kepada Martial. Martial lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang keduanya.

Kebayang ini Martial pasti bakal di-kick dari room nanti. Pasti disangka impostor.

Dia juga bakal menyesal setengah mampus. Soalnya setelah itu, gantian PSG yang mendapat peluang dan mampu dikonversi jadi gol.

PSG sebenarnya juga ikut-ikutan membuang beberapa peluang. Seperti dipentok ke tiang dan ditepis De Gea. Namun paling tidak, mereka bisa membuat gol sampai dua kali.

Dalam situasi sepak pojok, Ander Herrera yang menerima bola hasil clearance, menendang bola asal-asalan. Ternyata hasil tendangan random-nya menyasar ke Abdou Diallo. Diallo lalu mengopernya ke Marquinhos dan gol.

Neymar lalu menggandakan keunggulan PSG menjelang bubaran melalui serangan balik yang asyik dan enak dilihat. Berawal dari aksi individu Neymar di area pertahanan sendiri, bola ditendang jauh ke Kylian Mbappe.

Mbappe lalu mengopernya ke Diallo, yang kemudian dioper lagi ke Neymar. Neymar yang sudah berdiri di depan gawang tinggal cebok saja dan membuat De Gea bertekuk lutut.

Hasil ini memang bakal membuat ribet di laga terakhir. Namun, MU memang harus menang buat lolos ke babak berikutnya. Begitu juga PSG.

“Ini merupakan pertandingan yang bagus dan fans layak mendapatkan hasil jauh lebih baik dari ini. Sayangnya kami tidak segera menyelesaikan pertandingan dengan mengonversi beberapa peluang, akibatnya mereka yang mengambil keuntungan,” ujar mang Ole Gunnar Solksjaer.

SHARE
Previous articleAtalanta Nyaris Dicukur Juniornya di Rumahnya
Next articleSempurna Jadi Satu-satunya Milik Barca & Andra
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here