Paris Saint Germain kembali mengalami kekalahan di Liga Champions musim ini. Kali ini mereka kalah 1-2 dari klub asal Jerman, Leipzig.

Yang bikin nyeseg, PSG sudah unggul 1-0 duluan Angel Di Maria. Tapi bisa di-kombek oleh sang tuan rumah. Padahal, mereka punya kesempatan besar memperbesar keunggulan lewat penalti.

Namun, PSG justru malah menyia-nyiakannya. Sudah dapat disia-siakan. Macam keterima lamaran kerja. Sekalinya dapat tawaran banyak banget, tapi sudah terlanjur pilih yang gajinya paling standar, padahal ada tawaran yang lebih bagus.

Pertandingan baru berjalan lima menit Di Maria sudah mampu merobek gawang Leipzig. Pemain Argentina itu lolos dari pengawalan Dayot Upamecano dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang Peter Gulacsi.

Sayangnya mereka gagal menggandakan keunggulan setelah penalti Di Maria bisa ditebak Gulacsi. Padahal mereka sedang tidak main tebak-tebakan.

Dari situlah tanda-tanda kesialan dimulai. Soalnya pada menit ke-42, sang mantan bernama Christopher Nkunku sukses membobol gawang PSG. Sebuah skema standar mampu dimanfaatkan Nkunku yang menemukan celah buat menembak.

Di babak kedua, PSG fix kena comeback setelah Leipzig dapat penalti. Leipzig tidak mau seperti PSG yang sudah dapat voucher malah dibuang-buang.

Emil Forsberg pun memanfaatkannya untuk diubah menjadi gol. Keylor Navas gagal meniru Gulacsi yang bisa menebak tendangan penalti. Navas cuma menang di rambut doang, dipirang macam mentega cair.

Anjloknya penampilan PSG di Liga Champions lantas membuat posisi Thomas Tuchel dalam tekanan. Bahkan tak sedikit yang mulai menyuarakan pemecatan sang manajer yang diperparah lantaran hubungannya dengan direktur sepakbola PSG, Leonardo, dikabarkan kurang harmonis.

“Ini adalah sepak bola. Tidak ada tim yang akan selalu bagus. Kami akan terus mendukung Tuchel,” ujar bek Marquinhos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here