Paris Saint Germain (PSG) akhirnya berhak melaju ke babak semifinal Liga Champions 20/21. Meski kalah 0-1 dari sang jawara dewa super sonic Bayern Muenchen, PSG tetap melaju karena unggul gol tandang.

Memang agak rumit juga ini aturan gol tandang. Meski sudah menang tapi tak berhak lolos. Sudah banyak korbannya. Namun ya memang aturannya begitu. Padahal zaman COVID seperti ini tidak besar pengaruhnya main kandang tandang.

Bayern memang butuh kemenangan minimal dua gol kalau mau lolos. Menang satu gol saja bisa asal menangnya 4-3, 5-4, 6-5, atau 10-9. Sayangnya mereka cuma menang 1-0. Itu saja sudah bersyukur.

Soalnya, justru PSG non-Pati yang lebih banyak menyerang terutama di babak pertama. Tercatat dua kali serangan mereka kena tiang gawang lewat aksi Neymar.

Neymar juga lagi cantik banget mainnya malam ini. Cantik bak Anya Geraldine seperti katanya bung Jebret. Bukan cuma itu saja, PSG juga bisa saja mencetak tiga gol andai Manuel Neuer tak bermain apik.

Sudah banyak banget peluang PSG sebenarnya. Untung saja mereka masih bisa lolos. Coba kalau tidak, apa tidak nyesek dan mengelus dada sambil nangis bawang di ruang ganti.

Bayern berhasil mencetak gol tunggal lewat sundulan Eric Choupo-Moting. Sayangnya, hanya itu saja gol yang tercipta dari Bayern.

Dalam lima menit terakhir, PSG dibombardir tapi enggak tembus-tembus. Pertahanannya kokoh banget kayak pendirian bocah mabok ilmu. Pertandingan akhirnya berakhir dengan berlinang air mata bahagia bagi pemain PSG. Namun ingat, ini baru semifinal, belum masuk final.

Kemenangan ini dirasa sangat menggembirakan. Apalagi PSG ini bisa mengalahkan tim sekelas Bayern yang susah banget dikalahinnya, sudah kayak raja terakhir. Di mana musim lalu mereka dikalahkan di final.

“Itu adalah pertandingan yang sangat sulit dan saya sangat senang karena para pemain pantas mendapatkan pujian dan kami sangat bahagia untuk mereka, klub, dan presiden. Setelah tiga bulan bekerja di sini, kami menikmati momennya dan jika Anda lolos ke semifinal maka ini momen yang luar biasa bagi kami,” kata Mauricio Pochettino, dikutip dari CNN Indonesia.

Sementara itu, Hansi Flick lebih menyesali pertandingan yang terjadi di leg pertama. Memang disayangkan banget Bayern kalah di kandang sendiri.

“Melihat leg pertama, dengan banyaknya peluang yang kami buat dan satu gol pemberian; tanpa adanya gol ketiga, kami yang akah lolos, Anda lihat betapa berbahayanya mereka saat menyerang,” ujar Flick kepada Sky Germany, dikutip dari Detik.

“Saya menyanjung tinggi tim saya, meski Paris yang lolos. Tapi sebagai tim yang kalah, saya ingin menyelamati mereka (PSG),” sambung Flick.

SHARE
Previous articleTak Kena Damage, MU Sukses Menang dengan Image
Next articleDibobol Gol Anya Geraldine, Chelsea Tetap ke Semifinal
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here