Aksi Sergio Ramos dalam melakukan tekel kobra kepada Lionel Messi mengundang sikap pro dan kontra layaknya Pilgub DKI yang baru saja usai. Sebagian bilang lebay, sebagian bilang kasar. Bahkan isunya kini melebar jadi soal gestur Ramos saat diusir wasit.

Ramos memang tanggung dalam menghadapi datangnya bola yang lagi lengket dengan Messi. Bola sukses disentuh sedikit oleh Messi sehingga maju ke depan, membuat Ramos terlambat mengenai bola. Alhasil, kaki Messi yang diangkutnya.

Permasalahannya, pemain yang namanya mirip kayak merk beras, Setra Ramos, itu melakukannya dengan dua kaki. Itulah banyak pihak yang merasa kalau Ramos melakukannya dengan sengaja. Bahkan cenderung ingin mengasari sang megazord.

Bukan hanya itu, Ramos juga bersikap aneh saat diusir keluar lapangan. Dia memberikan gestur tepuk tangan sambil menunjuk ke arah penonton di Santiago Bernabeu.

Belum diketahui apa maksudnya, apakah untuk menyindir keputusan wasit atau merupakan ekspresi kegembiraan secara tulus karena mendapat hadiah kartu merah. Dia memang sudah mengoleksi banyak kartu selama El Classico, yang kemarin merupakan yang kelima selama kariernya di El Classico.

Barcelona pastinya menilai tindakan Ramos di luar batas kewajaran. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) harus tegas dalam menentukan hukuman apa yang cocok buat Ramos. Yang pasti bukan hukuman setrap berdiri di depan kelas.

“Yang patut diperhatikan, Ramos melakukan tepuk tangan sesaat setelah dirinya meninggalkan lapangan. Hal itu sama persis dengan apa yang dilakukan Neymar, namun saya tak tahu kepada siapa Ramos mengarahkan gestur tersebut,” kata Robert Fernandez, Direktur Olahraga Barcelona.

Bahkan, mantan pelatih Madrid, Fabio Capello berada di pihak sang lawan. Pelatih yang lihai dan pandai berbahasa Italia itu mengatakan kalau hukuman kartu merah sudah tepat dan cermat.

Bahkan, Capello berani bilang kalau aksi Ramos itu memang kasar dan seringkali ingin mencederai Messi dalam beberapa laga El Classico.

“Kartu merah untuk Ramos sangat tepat. Anda bisa lihat jegalannya pada kaki Messi, sangat kriminal. Setiap laga melawan Barcelona memang beberapa pemain sengaja untuk mencederai Messi,” ucapnya, mengakui kepada pihak yang berwajib.

Sebaliknya, dari kubu Madrid juga merasa bahwa kartu merah tersebut tak sepantasnya diberikan kepada Ramos. Adalah Direktur dan legenda Madrid, Emilio Butragueno, yang sudah pasti membela anak asuhannya. Dia juga tak yakin gestur Ramos merupakan sebuah pelecehan wasit ketika mengusirnya.

“Pengusiran Ramos sangatlah diragukan. Saya tidak yakin Ramos melakukan hal buruk kepada wasit,” ujarnya seperti dikutip Goal.

Ramos sendiri juga sudah memberikan tanggapan terkait gesturnya itu. Menurutnya, gestur tersebut bukan diarahkan kepada wasit, melainkan buat Gerard Pique, bek Barcelona yang memang mulutnya suka nyinyir.

Apalagi pada saat kejadian itu, seperti biasa warga Barcelona langsung mengerubungi wasit macam sedang ada kecelakaan di jalan raya. Pique salah satunya, paling keras protes kepada wasit.

“Saya bukan bertepuk tangan buat wasit, tetapi untuk Pique. Saya sedang berbicara dengannya,” kata Ramos kepada Dailymail. 

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here