Kekalahan Napoli dari Real Madrid 1-3 ternyata berbuntut panjang. Macam kekalahan AHY di Pilkada DKI yang langsung kena bully oleh netizen. Namun, kalau Napoli bully-an tak datang dari netizen, melainkan dari presidennya sendiri. Loh kok bisa?

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, rupanya kesal dengan hasil itu. Pria yang juga berprofesi sebagai produser film itu menganggap para pemain Napoli tak punya semangat bermain.

“Saya pikir para pemain tak memiliki semangat Neapolitan malam ini. Satu-satunya yang punya semangat itu adalah Lorenzo Insigne, yang mencetak gol indah. Tapi yang lain tidak ada giginya,” ujar De Laurentiis.

De Laurentiis sebenarnya sadar kalau kemampuan timnya masih jauh di bawah Hotel Bintang 5 Real Madrid. Namun, tak sepantasnya juga Pepe Reina dan kawan-kawan cuma asyik melihat aksi-aksi bintang Madrid tanpa ada usaha.

“Mereka tampak tertegun dan menyerah dengan kemuliaan Real Madrid, yang bahkan tak tampil baik,” sambungnya, sok hebat.

De Laurentiis kemudian juga mempertanyakan taktik pelatih Maurizio Sarri yang sok-sokan bermain False 9. Bukannya memainkan striker Arkadiusz Milik, tetapi malah memasang Dries Mertens yang membentuk pola False 9.

“Saya tak ingin memengaruhi keputusan, karena itu adalah hak pelatih. Jadi saya tak bisa mengeluh tentang itu. Tapi saya mungkin tak setuju dengan pilihannya,” tambah pria yang lebih cocok jadi mafia di film-film itu.

Sarri Membalas

Komentar De Laurentiis tak membuat Sarri duduk terdiam. Pelatih berusia 58 tahun yang sebentar lagi masuk kategori masa usia tak produktif itu rada bete mendapat kritikan dari presidennya.

Gara-gara kekalahan ini, hubungan keduanya memanas, meski tak sepanas foto Firza Husein yang belum lama lagi ramai itu. Sarri memberi kesan kalau De Laurentiis ini sok tahu. Pasalnya, hanya dia sebagai pelatih yang tahu kondisi timnya.

“Saya di latihan setiap hari dan saya satu-satunya yang memilih pemain. Saya tahu ada Milik di bangku cadangan, tapi semua orang tahu kondisinya yang baru sembuh cedera,” kata Sarri tanpa Roti itu.

Lebih lanjut, mantan pelatih Empoli itu menambahkan, “Presiden dapat mengekspresikan ide-idenya. Tapi saya lebih suka dia mengekspresikannya langsung ke saya, bukan seperti ini. Pada akhirnya saya lah yang memutuskan akan bermain seperti apa.”

Yah, memang pada akhirnya bos lah yang paling benar. Sarri juga mesti berhati-hati dalam ucapan jika tak ingin mendapat “efisiensi karyawan” di Napoli.

Main photo credit: dfiles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here