Beberapa waktu lalu Mesut Oezil memutuskan untuk mundur dari membela timnas Jerman. Pilihannya tersebut kemudian menimbulkan pro kontra di mata publik meski tidak sampai diundang ke acara Mata Najwa. Oezil dalam surat terbukanya mengatakan bahwa media Jerman serta Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah melakukan diksriminasi dari rasisme terhadap dirinya.

Ia pun memilih untuk mundur selepas kegagalan Jerman pada Piala Dunia 2018 ini. Dirinya menjadi kambing hitam atas tersingkirnya Jerman menyusul foto kontroversialnya yang tidak beredar di situs lalatx.com, bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, beberapa waktu sebelum Piala Dunia dimulai.

Selepas itu banyak media serta politikus bahkan presiden sepak bola Jerman yang mengkritik Oezil terkait penampilannya di lapangan. Belakangan, bahkan kritik yang diterima Oezil bahkan malah merembet hingga mempermasalahkan identitas ras dirinya yang merupakan keturunan Turki.

Hal tersebut yang membuat Ozil kemudian meradang dan merasa diperlakukan berbeda meski dirinya selalu memberikan yang terbaik untuk timnas Jerman.

Masalah kemudian tidak hanya berhenti di situ sebab sepertinya belum lampu merah. Pernyataan Oezil melalui media sosial miliknya kini menimbulkan polemik dan pro kontra.

Sebagian pihak jelas geram kepada federasi sepak bola Jerman dan para politisi di sana yang di era modern ini masih saja melakukan tindakan seperti itu. Sementara di sisi lain ada juga yang tidak terima dengan pernyataan Oezil yang dituduh menjelek-jelekan DFB tersebut.

Salah satu komentar terkini datang dari Presiden Bayern Munchen yaitu Uli Hoeness yang sepertinya bukan keturunan Minang. Ia secara senang hati dan berbahagia menyambut kabar pensiunnya Oezil. Entah mau sampai acara potong nasi tumpeng atau tidak.

Alih-alih pasang formasi bertahan untuk membela DFB, Hoeness malah memasang mode full attack yang sepertinya sampai kiper-kiper juga maju ke kotak penalti lawan. Memang khas Bayern sekali ini, cocok dengan Manuel Neuer yang sering maju-maju ke depan. Namanya maju memang sudah pasti ke depan.

Hoeness pun tak ragu untuk menyerang langsung Oezil melalui pernyataannya. Mantan peraih Piala Dunia 1974 bersama Jerman Barat itu menilai bahwa Oezil memang seharusnya tidak membela timnas Jerman lagi bahkan seharusnya sejak beberapa tahun lalu.

Permainan Oezil dibilang sudah menurun, tak memberikan performa yang maksimal. Entah apa ada hubungannya dia bergabung dengan Arsenal atau tidak. Tapi memang banyak yang bilang, belakangan image Oezil adalah pemain malas.

“Saya senang kami akhirnya selesai di sini, Ini berita bagus untuk timnas Jerman. Dia telah menjadi hantu selama bertahun-tahun. Dia memenangkan duel terakhirnya di lapangan sebelum Piala Dunia 2014 dan sekarang dia berlindung di belakang foto dan menyalahkan orang lain. Dia seharusnya mempertanyakan dirinya sendiri terlebih dahulu,” ujar Hoennes dikutip dari Liputan6.

Mantan pemain Real Madrid tersebut dikatakan hanya cari-cari alasan saja sebab mainnya memang sudah payah. Hal tersebut menurutnya tidak terlepas dari penampilan buruk Oezil selama Piala Dunia 2018.

“Hal terburuk adalah 35 juta pengikutnya di media sosial yang tidak ada di dunia nyata, berpikir dia bermain fantastis ketika memberikan umpan mudah kepada rekan setimnya. Ozil tidak layak mendapat tempat di tim nasional selama bertahun-tahun. Dia berlindung dibalik cerita Erdogan sehingga tidak ada seorangpun bisa mempertanyakannya dari sudut pandang olahraga,” tegas Hoeness.

Oezil sendiri kini telah bersama Arsenal untuk melakukan tur pra musim di Singapura. Mereka akan menghadapi Atletico Madrid pada pertandingan yang akan digelar pada hari Kamis (26/7).

Main photo: nrc.nl

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here