Prancis secara susah payah menjalani laga ketujuh mereka di Grup H Kualifikasi EURO 2020. Menjamu Moldova di Stade de France, “Les Blues” akhirnya meraih kemenangan tipis dengan skor 2-1 atas tamunya.

Prancis sejatinya cukup mendominasi jalannya laga. Bahkan bisa dibilang sangat mendominasi. Dengan 17 peluang berbanding dua milik Moldova, seharusnya Prancis bisa menang dengan skor banyak.

Tapi sepanjang pertandingan nyatanya Prancis kesulitan untuk melawan tim yang saat ini statusnya adalah yang paling buncit. Bukan karena busung kenyang, tapi karena mereka terbenam di dasar klasemen dengan modal hanya tiga poin.

Kalau melihat tabel klasemen dengan dibalik, baru Moldova yang ada di urutan pertama.

Pada jalannya laga itu bahkan Moldova yang memimpin terlebih dahulu saat laga baru berjalan sembilan menit.

Gol Moldova tidak terlepas dari kesalahan Clement Lenglet dalam mengantisipasi bola lambung dari daerah lawan. Lenglet malah menyundul-nyundul bola macam lumba-lumba sirkus sebelum akhirnya bisa direbut lawan.

Tanpa basa-basi Vadim Rata yang mendapat bola langsung melepaskan tendangan datar ke gawang Steve Mandanda.

Akhirnya butuh sebuah gol kontroversial bagi Prancis untuk menyamakan kedudukan di menit ke-35.

Bermula dari tendangan bebas Antoine Griezmann, bola yang ditangkap kiper Moldova lantas terlepas setelah berbenturan dengan Olivier Giroud. Bola liar langsung saja disundul Raphael Varane tanpa rasa bersalah.

Pokoknya masukin bola saja dulu, entah disahka atau tidak urusan nanti memang. Ternyata wasit menilai gol tersebut sah adanya. Skor jadi imbang 1-1.

Prancis akhirnya memastikan tiga poin kemenangan yang sekaligus mengantar mereka ke putaran final EURO 2020 berkat gol camat milik Chelsea, Giroud.

Striker yang satu ini memang jadi cadangan mati di Chelsea setelah Frank Lampard lebih memilih Tammy Abraham atau Michy Batshuayi sebagai andalan.

Tendangan penalti pemain yang bewoknya cukup lebat ini sukses menjadi gol dan membuat Prancis meraih kemenangan 2-1 atas Moldova.

“Kami kebobolan gol karena kesalahan, tetapi babak pertama memang berjalan buruk. Saya tidak puas dengan serangan kami di babak pertama,” ujar Didier Deschamps dikutip dari Fox Sports Malaysia.

“Babak kedua lebih konsisten, meski kita kurang efisien. Kita memiliki 17 peluang, tidak selalu tepat sasaran. Tetapi di babak pertama, terlalu sedikit peluang.”

Main photo: @iF2is

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here