Juara dunia Prancis, harus tersingkir lebih awal di pergelaran Euro 2020. Di babak 16 besar, secara tak terduga mereka dikalahkan dari negara yang sepak bolanya biasa-biasa saja, Swiss, dalam drama adu penalti.

Yang bikin nyesek sampai ke ulu hati, Prancis sudah unggul 3-1 sampai akhirnya disamakan skornya oleh Swiss di akhir-akhir laga. Swiss kemudian meng-kombek-nya dalam drama adu penalti 5-4.

Kejadian Swiss dan Prancis ini mirip dengan apa yang terjadi di partai Kroasia-Spanyol. Sepertinya panitia pertandingan hanya copas saja, edit-edit sedikit.

Soalnya, banyak kejadian yang sama di antara kedua laga itu. Spanyol dan Prancis sama-sama tim yang diunggulkan dalam laga ini, sama-sama ketinggalan duluan 0-1. Mereka kemudian comeback 3-1, sebelum akhirnya disamakan 3-3 di akhir laga. Bahkan gol ketiga Spanyol dan Prancis diciptakan pada menit-menit 70-an.

Mereka juga kebobolan gol kedua pada menit 80-an, dan sama-sama kebobolan pada masa injury time. Benar-benar copas, bukan? Kalau copas-an skripsi paling hanya ganti-ganti kata konjungsi. Intinya mah sama.

Bedanya, tidak ada gol blunder di laga ini. Prancis dan Spanyol juga beda nasib di akhir laga. Spanyol menang 5-3, sedangkan Prancis harus sampai adu penalti dan kalah di babak itu.

Prancis dibobol lebih dulu oleh sundulan Haris Seferovic pada menit ke-15. Umpan silang cantik dari Steven Zuber bisa disambut dengan enak oleh Seferovic.

Di babak kedua, Swiss nyaris menggandakan keunggulan setelah dapat voucher penalti. Kalau saja itu gol, jalannya Swiss mungkin jadi lebih enak. Sayangnya, penalti Ricardo Rodriguez bisa ditepis Hugo Lloris.

Hanya berselang dua menit saja dari penalti itu, Prancis mampu menyamakan skor. Umpan maksa Kylian Mbappe sukses diolah cantik Karim Benzema untuk menceploskan bola ke gawang Yann Sommer.

Selang dua menit kemudian, Benzema menggandakan skor lewat sundulan cebok memanfaatkan bola muntahan dari tendangan Antoine Griezmann. Lihat betapa menyesalnya Rodriguez. Andai penaltinya masuk, pasti tidak akan jadi kalah begini.

Prancis serasa bisa memenangkan laga setelah tendangan Paul Pogba meluncur manis sekali ke gawang Sommer pada menit ke-75. Di sinilah “Les Bleus” tampak pede dapat memenangkan pertandingan dengan mudah. Mereka lupa, persis beberapa jam sebelumnya Spanyol kebobolan dua gol dalam waktu 8 menit terakhir.

Prancis kok ya enggak belajar dari Spanyol. Mereka malah santai-santai dan ternyata benar, Seferovic bisa memperkecil kedudukan jadi 3-2 lewat tandukan mautnya.

Pada menit ke-90, Mario Gavranovic membuyarkan kemenangan Paul Pogba dkk. Sebuah aksi keren Gavranovic bisa menggocek Raphael Varane ditutup tendangan tajam ke gawang Lloris. Sungguh menyesakkan dada sampai ke ulu hati.

Prancis benar-benar tidak belajar dari Spanyol. Jika Spanyol bisa bangkit di babak ekstra, Prancis tidak bisa. Justru Mbappe membuang-buang peluang emas dekat gawang lewat tendangan kaki kiri letoynya.

Skor 3-3 bertahan sampai usai. Dilanjutkan adu penalti. Pada babak ini, semua pemain Swiss berhasil membuat gol. Sedangkan Prancis, sangat disayangkan, Mbappe yang jadi algojo terakhir bisa dimentahkan Sommer.

Swiss pun bergembira, Prancis menundukkan kepala. Benar-benar menyesakkan sekali, unggul 3-1 sampai menit ke-80 lalu bisa jadi kalah itu gimana rasanya. Rasanya pasti seperti dirobek-robek sampai ke usus. Swiss benar-benar bikin Prancis mampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here