Pada periode kedua Zinedine Zidane bersama Real Madrid, Vinicius Junior kini mendapatkan posisi baru dalam formasi pelatih yang sampo di rumahnya katanya lama habisnya. Vinicius mengakui bahwa dirinya cukup kesulitan untuk beradaptasi.

Selama ini Vinicius lebih sering bermain pada posisi sayap kiri. Sayap saja tidak pakai nasi atau saus sambal. Terbukti dirinya mampu menunjukan performa bagus pada musim pertamanya berseragam Madrid.

Tapi seiring berdatangannya maba-maba alias peMAin BAru di kubu Madrid, Zidane pun mencoba untuk melakukan penyesuaian pada formasinya.

Alhasil Vinicius yang tadinya lebih sering bermain di sayap kiri, kini harus membiasakan diri di tempat baru. Tidak ditempatkan sebagai kiper apalagi anak gawang, Vinicius kini lebih sering menempati pos sayap kanan.

Posisi yang berbanding terbalik dengan sisi permainan di lapangan milik Vinicius. Kalau sayap kiri, lalu diubah ke gelandang kiri, atau bek sayap mungkin masih lebih mudah masuk.

Ia mengaku bahwa ia punya gaya dan karakter bermain sendiri di posisi yang biasa ditempatinya. Maklum, pemain bola kalau sudah PW a.k.a posisi wenak, biasanya lebih enjoy dan mampu menunjukan performa terbaik.

https://twitter.com/TheSportsman/status/1101131540493414401

Terlepas dari hal tersebut, Vinicius mengaku tetap menghormati keputusan dari Zidane. Tidak bisa ia bete dan menolak bermain macam pemain-pemain jago lain.

Masih anak baru di Madrid, makanya mungkin belum berani. Masih kaku saja dia macam habis dikasih tisue magic.

“Pada setiap klub, pemain dengan kaki dominan kanan akan lebih senang bermain di sebelah kiri, Eden Hazard misalnya. Hal yang sama juga terjadi pada saya. Memang sangat sulit untuk memulai bermain di kanan, tetapi saya merasa telah beradaptasi dengan baik di posisi baru ini,” ujar Vinicius, melansir dari laman Sportkeeda, Rabu (4/9/2019).

“Saya terus berlatih dan bertanya kepada Zidane, dia yang menempatkan saya di sana. Kiri atau kanan, mendapat menit bermain di kedua posisi itu membantu saya di Real Madrid dan timnas Brasil,” tambahnya.

“Pada setiap klub, pemain dengan kaki dominan kanan akan lebih senang bermain di sebelah kiri, Eden Hazard misalnya. Hal yang sama juga terjadi padaku. Memang sangat sulit untuk memulai bermain di kanan, tetapi saya merasa telah beradaptasi dengan baik di posisi baru ini,” ujar Vinicius dikutip dari Okezone.

Meski cukup kesulitan di posisi barunya, Vinicius mengaku akan terus berusaha keras dan menunjukan kualitasnya.

“Saya terus berlatih dan bertanya kepada Zidane, dia yang menempatkan saya di sana. Kiri atau kanan, mendapat menit bermain di kedua posisi itu membantu saya di Real Madrid dan timnas Brasil,” tambahnya.  

Main photo: @infinitemadrid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here