Portugal sepertinya tak mau berlama-lama di Rusia. Setelah bertanding melawan Uruguay di babak 16 besar Piala Dunia 2018, mereka harus pulang lebih cepat setelah kalah 1-2 pada pertandingan yang berlangsung ketat itu.

Pada laga yang digelar di Fisht Olympic Stadium, Sochi, Portugal yang bermain dominan harus menerima kenyataan bahwa mereka tim kedua yang harus check out hotel setelah Argentina. Kekalahan Portugal tersebut juga memulangkan dua pemain yang paling dinanti aksinya yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Meski rival ketika bermain di La Liga, mereka sangat kompak di Piala Dunia. Memang ada pepatah, dekatlah pada temanmu, tapi lebih dekatlah dengan musuhmya. Hal inilah seperitnya yang berlaku bagi Ronaldo dan Messi.

Tak rela rivalnya telah tersingkir, Ronaldo dengan sangat lapang dada tidak mencetak gol untuk Portugal sehingga mereka harus tersingkir dari Piala Dunia. Tidak enak tentunya jika nanti Ronaldo dibandingkan dengan Messi kalau Portugal lolos sedangkan Argentina tidak.

Memang final idaman adalah kedua timnas tersebut bertemu dengan dua manusia cyborg itu juga bermain. Namun kenyataannya, Piala Dunia tidak bisa di­-setting sembarangan macam lomba adu suit.

Sebelum pertandigan babak 16 besar dimulai, banyak pihak yang mengharapkan bahwa kedua pemain terbaik dunia saat ini, bertemu di babak selanjutnya. Sayang sekali karena tidak terwujud. Namun mereka masih punya satu kesempatan langka satu kali lagi untuk bertemu yaitu di bandara.

Ronaldo dan Messi ini sudah layaknya jadi suami idaman. Selain tampan dan jago bermain bola, mereka juga pulang cepat. Tidak membuat istri di rumah khawatir jangan-jangan suaminya main yang aneh-aneh di luar sana.

Berkat kemenangan ini, Uruguay sudah ditunggu finalis EURO 2016 lainnya yaitu Prancis. Pertemuan mereka akan berlangsung di babak perempat final pada 6 Juli mendatang.

Pada pertandingan kedua babak 16 besar itu, kedua tim langsung melancarkan serangan sejak menit awal. Namun justru Uruguay yang membuka kemenangan lebih dahulu. Berawal dari sebuah serangan di sisi kiri, Luis Suarez mengirimkan sebuah umpan keras ke dalam kotak penalti.

Entah niat mengumpan atau melakukan tendangan langsung, pasalnya bola terlihat mengalir sangat deras. Meski begitu, bola masih juga nekat disundul oleh Edinson Cavani.

Cavani tidak takut gegar otak padahal bahaya juga kalau lupa ingatan, nanti bangun-bangun mengira dirinya adalah Bowo Alpenliebe. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Rapatnya pertahanan Uruguay membuat Portugal kesulitan untuk menembusnya. Akhirnya pada menit ke-55 Portugal berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Berawal dari umpan di sisi kiri, Pepe yang maju ke depan dan siap menyambut tendangan pojok berhasil menyundul bola.

Pemain yang dikenal ‘hardcore’ saat bermain di La Liga ini mencetak gol sundulan dengan kedua kaki tidak menapak tanah. Bukan karena dia adalah jelmaan Tebo si anak Gendoruwo, namun karena Pepe menyundul sambil melompat.

Skor imbang tak bertahan lama ketika Urugay kembali memimpin tujuh menit kemudian. Berawal dari tendangan kiper, bola didapat oleh Rodrigo Bentancur. Ketika perhatian para pemain Portugal tertuju padanya, Bentancur malah mengoper bola ke Cavani yang tak terkawal.

Tanpa basa-basi macam politisi mau kampanye, ia langsung melepaskan tembakan tanpa melakukan kontrol. Bola tendangannya terlihat melengkung macam jalanan Nagreg sebelum masuk dengan enak ke gawang Rui Patricio. Skor 2-1 akhirnya bertahan dan mengirim Portugal untuk pulang kampung lebih awal.

Pelatih Portugal Fernando Santos mengaku kecewa harus tersingkir karena timnya bermain lebih baik secara statistik. Namun ia menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Tidak mungkin kalau main bola, kedua tim menang dua-duanya.

“Kami sudah mencoba yang terbaik dan kami telah memainkan pertandingan yang bagus, menurut saya. Tapi Anda selalu ingin menang, dan kami kalah. Jadi selamat untuk Uruguay karena berhasil lolos,” ujar Santos dikutip dari Detik.

Sementara itu Oscar Tabarez mengatakan dirinya senang karena Uruguay berhasil memperlihatkan dedikasi dalam bermain dan meraih kemenangan.

“Hari ini kami melakukan sebuah kesalahan yang berujung gol penyama. Tapi, kami punya tim yang sangat tangguh dalam hal pola pikir dan saya sangat gembira,” jelas pelatih Uruguay, Oscar Tabarez.

Main photo: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here