Lawan anak baru di Liga Champions, Atalanta, Manchester City mesti memainkan tiga kipernya. Langkah ini sebenarnya mengundang pertanyaan karena bagaimana bisa City memainkan tiga kipernya dalam satu laga?

Ya, City memang berhasil melawan hukum fisika sekalipun dengan memasang tiga kipernya di laga melawan Atalanta. Namun, tidak dimainkan sekaligus. Melainkan secara bergantian.

Sampai segitunya City berkorban demi menjaga gawangnya. Itu juga bukan berarti dua kiper pertama main jelek lalu main ganti begitu saja. Tapi dalam keadaan darurat.

Ederson mengalami cedera di babak pertama sehingga digantikan Claudio Bravo. Namun, Bravo ini tak tahu diuntung. Sudah bagus bisa main di Liga Champions, malah berbuat kesalahan yang berujung kartu merah. Alhasil, Kyle Walker terpaksa menjadi kiper pada menit ke-81.

Skor saat itu sudah imbang 1-1 di mana gol Raheem Sterling pada menit ketujuh sudah disamakan oleh Mario Pasalic pada menit ke-49.

Padahal, City bisa unggul 2-0 sebelumnya. Peluang rendang didapat City lewat penalti Gabjes alias Gabriel Jesus. Namun Jesus malah menendangnya melebar banget. Mana pelan lagi. Seolah mau mengoper papan iklan.

Sampai akhirnya petaka Bravo terjadi. Dia berusaha mengantisipasi Josip Ilicic yang lepas dari jebakan offside. Aksi satu lawan satu terjadi akhirnya memaksa Bravo menjegalnya pakai kepalanya.

Bravo dikartu merah, Walker pun jadi kiper. Pep tak punya stok kiper lagi karena biasanya cuma bawa satu kiper cadangan. Alhasil Walker yang lagi asyik-asyik santai duduk di bangku cadangan terpaksa disuruh bekerja yang bukan posisinya. Kalau di kementerian-kementerian, biasanya sudah menolak, “Itu bukan bagian saya.”

Untung saja, serangan Atalanta berhasil diredam barisan pertahanan City duluan sehingga Walker tak banyak mendapat ancaman berarti. Itu artinya, Bravo rela berkorban demi gawang tak kebobolan dia mengorbankan nyawanya untuk keluar lapangan. Soalnya gol tetap tak terjadi.

Setidaknya, Atalanta sukses meraih poin pertama mereka di Liga Champions sepanjang hidupnya. Hal itu harusnya dirayakan potong tumpeng, minimal gelar syukuran dengan mengundang ibu-ibu pengajian.

Pep Guardiola pun merasa bersyukur masih bisa mencuri poin dari San Siro, kandang Milan yang dipinjem sementara oleh Atalanta. Pep berpikir bakal kalah di laga ini setelah Walker jadi kiper.

“Ketakutan datang saat kartu merah terjadi, saat kami punya banyak pemain penyerang di lapangan. Jadi ketakutan itu bertambah buruk. Ini merupakan hasil yang baik buat kami,” kata Pep dikutip Republika.

Main photo: Man City

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here