Jika Soekarno disebut-sebut sebagai “Sang Proklamator”, lain halnya dengan Gerard Pique yang memang tak ada hubungannya sama sekali dengan Soekarno, disebut sebagai “Sang Provokator”. Belakangan citra Pique sebagai “Sang Provokator” sudah diakui oleh banyak wasit La Liga.

Apabila diamati, apalagi pakai kaca pembesar, bek Barcelona itu memang galak banget dengan wasit. Kelakuannya itu dianggap memprovokasi rekan-rekannya untuk ikut-ikutan protes kepada “Sang Pengadil”.

Protes Pique kemudian dianggap berlebihan oleh sebagian orang. Pasalnya, pemain yang belum sampai berusia kepala tiga itu suka teriak-teriak saat melakukan protes. Padahal kapasitasnya bukan sebagai kapten tim yang saat ini dijabat Andres Iniesta, kalau tidak salah.

Menurut mantan wasit Liga Spanyol, Alfonso Perez Burrull, kelakuan Pique tidak bisa diterima, bahkan melanggar peraturan. Burrull juga menilai Pique tidak menghargai para wasit yang berprofesi sebagai wasit.

“Kurangnya rasa hormat kepada wasit seharusnya jangan dibiarkan karena bisa menimbulkan kerusuhan dan menciptakan suasana tak kondusif,” ujar Burrull sebagaimana diwartakan Goal.

Jika Anda membuka Youtube, memang ada beberapa video yang memperlihatkan aksi protes Pique. Salah satunya saat mendapat kartu merah ketika menghadapi Athletic Bilbao dan aksi protes satu lagi saat melawan Sevilla.

Pada videonya yang menghadapi Sevilla, Pique dengan jelas berbicara bahasa Inggris, tumben-tumbenan. Dia kesal karena sikutan maut pemain Sevilla tak berujung pelanggaran.

Dia kemudian marah-marah kepada wasit sambil mengayunkan enam jari tangannya, “Anda punya enam wasit tetapi masa tidak ada yang lihat!” Kasarnya, maksud Pique adalah, “Buta ya lo semua!”

Burrull kemudian melanjutkan bahwa sikap Pique harus diberikan ganjaran, entah dengan cara apa. Yang jelas Pique harus lebih berhati-hati karena jika banyak yang tidak suka bakal ada petisi di Change.org yang bisa berujung pada proses hukum.

“Saya telah melihat gambar-gambarnya. Ketika Anda seorang atlet, Anda harusnya tahu bahwa ada keputusan wasit yang kurang tepat. Tapi sikap semacam itu tak bisa dibiarkan,” sambungnya.

Burrull sepertinya sangat kesal dengan Pique bahkan sampai mengancamnya dengan, “sikap semacam itu tak bisa dibiarkan.” Entah Burrull mau melakukan apa, menghadangnya saat sepulang sekolah kah, tidak ada yang tahu. *tamat

Main photo credit: AS English

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here