Real Madrid kembali mengalami nasib tragis kala memakai kostum mereka yang berwarna pink. Kali ini tragisnya pakai banget. Soalnya sampai dibantai 1-4 oleh Valencia.

Madrid perlu memikirkan ke depannya untuk tak lagi memakai kostum ini. Soalnya sudah tiga kali main, tiga-tiganya kalah. Bahkan yang terakhir lawan Valencia ini benar-benar sial.

Bagaimana tidak sial. Mereka kebobolan empat gol di mana tiga di antaranya penalti dan satunya lagi bunuh diri. Namun, ‘sial’ dengan ‘bego’ kadang beda-beda tipis. Suka ketuker gitu.

Karim Benzema memang sempat mampu membawa Madrid unggul saat baru berjalan 22 menitan. Golnya juga bagus, bukan kaleng-kaleng.

Tapi yang namanya sial (baca: bego) memang tak terhindari. Soalnya setelah ini Madrid melakukan banyak sekali kesalahan sampai bobol empat kali.

Valencia mendapatkan tiga voucher penalti unlimited dan mampu digesek semuanya jadi gol secara halal. Pertama, Federico Valverde mengeblok bola pakai tangannya saat mengawal umpan silang. Dia lupa mengikat tangannya ke pinggang.

Tendangan pertama Carlos Soler dapat ditepis oleh Thibaut Courtois sebelum dihajar lagi oleh Yunus Musah. Namun penaltinya harus diulang setelah wasit melihat VAR dengan sangat saksama. Musah ternyata lari duluan mendahului Soler yang menendang penalti.

Penalti ulangan akhirnya mampu diceploskan oleh Soler. Padahal sudah dikasih arah yang sama, tapi kali ini Courtois kalah cepat.

Di sela-sela hujan penalti, Valencia berbalik unggul lewat gol bunuh diri Raphael Varane. Maksudnya berbaik hati halau umpan silang malah masuk ke gawang sendiri.

Dua gol penalti Valencia yang berlambang kampret itu tercipta di babak kedua. Pertama akibat kesalahan Marcelo dalam melakukan pelanggaran. Kedua lewat aksi main basket Sergio Ramos. Dia malah nepak bola dengan tangannya.

Kedua penalti tersebut dieksekusi oleh Soler. Jadi Soler ini bikin hattrick semuanya dari penalti. Alhamdulillah. Itu namanya rezeki yang tak boleh ditolak. Semua rezeki itu dimanfaatkan semuanya oleh Soler.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, siap bertanggung jawab atas kekalahan yang cukup besar ini. Zidane memang belakangan lagi bertanggung jawab terus. Memang pribadi yang bertanggung jawab sekali ini Zidane.

“Saya orang yang harus disalahkan karena saya adalah pelatihnya, dan saya juga yang harus menemukan solusi dari semua ini,” ujar Zinedine Zidane.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here