Aaron Ramsey untuk pertama kalinya melakukan konferensi pers dengan status pemain Juventus. Mantan penggawa Arsenal itu mengaku ingin meneruskan kesuksesan para mantan alias para pemilik nomor itu sebelumnya.

Ramsey jadi pemain kesekian yang didatangkan Juventus tanpa biaya sepeser pun. Tidak lebih mahal biaya mendatangkannya dibanding dengan air putih di warteg yang biasanya dikasih gratis.

Usai kontraknya habis bersama Arsenal pada akhir Juni lalu, Ramsey resmi menjadi pemain Juventus setelah sebelumnya sudah diadakan kesepakatan antara dua pihak.

Pemain yang seumur hidup baru berulang tahun sebanyak 28 kali itu akan menerima bayaran sekitar 400 ribu poundsterling per minggu.

Pada musim depan, Ramsey dipastikan akan mengenakan nomor yang memang identik dengan gelandang banget yaitu delapan. Bukan 39 apalagi 2413503. Bingung nanti orang-orang, itu nomor punggung apa nomor barcode.

Berbicara nomor punggung delapan, hal tersebut merupakan salah satu nomor keramat di berbagai klub. Tak terkecuali pada Juventus. Para pemain yang sebelumnya mengenakan nomor punggung delapan sudah meraih kesuksesan bersama Juventus.

Dua nama di antaranya adalah Antonio Conte dan Claudio Marchisio yang baru saja meninggalkan nomor delapan.

Bisa juga mengikuti jejak Amauri atau Giuliano Giannichedda. Tapi dua nama itu hitungannya gagal bersama Juve. Lagipula Amauri bukan gelandang.

https://twitter.com/Sporf/status/1151144459578617859

Pada masanya, Conte mampu membawa Juventus meraih lima kali scudetto serta satu kali juara Champions. Sementara itu saat nomor delapan bersama Marchisio, total tujuh gelar Serie A yang diraihnya selama 12 musim.

Setelah Marchisio meninggalkan Juventus pada tahun 2018 lalu, nomor punggung delapan tersebut jadi tak bertuan.

Ramsey sendiri mengaku memang mengincar nomor punggung delapan sejak direkrut Juventus. Sebelumnya Ramsey juga mengenakan nomor delapan semasa membela Arsenal.

Jadi pas banget. Saat pindah ke Juve, nomor delapan tidak ada yang punya. Andai Marchisio masih di sana, Ramsey pasti langsung memikirkan bagaimana cara merebut nomor warisan itu dari tangannya. Apakah dengan menendangnya dari klub atau malah meracuninya kayak film-film sinetron.

Ia pun menyadari bahwa nomor tersebut merupakan nomor yang cukup istimewa di Juventus dan ada tanggung jawab besar saat mengenakannya. Tapi Ramsey juga mengaku ingin meraih kesuksesan seperti halnya para ‘alumni’ pemilik nomor punggung tersebut.

“Saya menginginkan nomor 8, saya mengenakannya di Arsenal dan ketika nomor itu tidak ada yang memiliki, saya menerimanya dengan tangan terbuka,” ujar Ramsey dikutip dari Liputan6.

“Saya tahu Marchisio adalah pemain yang luar biasa, berkembang di sini dan memiliki karier yang fantastis. Saya berbicara dengannya beberapa kali di J Medical,” lanjutnya.

“Jika saya bisa meniru apa yang dia lakukan untuk Juventus, saya akan sangat bangga. Saya tahu itu harus dengan tanggung jawab tetapi saya siap untuk mengemban tugas itu,” papar Ramsey.

Selain alumni pemilik nomor delapan, Ramsey mengaku juga ingin mengikuti kesuksesan seorang alumni yang menjadi legenda Juventus dan juga berasal dari Wales bernama John Charles.

John Charles yang tidak ada hubungannya dengan John Pantau merupakan salah seorang pemain Wales yang melegenda bersama Juventus pada tahun 60an. Charles mencatatkan 108 gol dari 155 penampilannya bersama Juventus.

“Sudah pasti dia seorang legenda, yang menjadi panutan saya sebagai seorang pribadi dan pemain. Semoga saja saya bisa menyamai pencapaiannya,” sambungnya lagi.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1150789826943340545

Main photo: @championsleague

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here