Krzysztof Piatek gagal tampil maksimal bersama AC Milan seperti yang ia tunjukan musim lalu. Klub dikabarkan sudah memberi ultimatum kepada sang pemain agar kembali ke performa puncak jika tidak ingin dilego ke klub lain.

Pada setengah musim pertamanya berseragam Milan, Piatek memang tampil benar-benar gacor. Sampai bosan mungkin kita lihat dia selebrasi boom, boom, boom, boom di pinggir lapangan.

Sebelumnya, Piatek juga menunjukan hal yang sama ketika berseragam Genoa. Pokoknya bisa jadi calon-calon pemain gacoan kalau pakai AC Milan saat main playstation.

Namun performa Piatek menurun selama jalannya musim ini. Ia baru mencetak tiga gol dari 12 pertandingan yang telah ia jalani,

Sebenarnya kelembekan Piatek di awal musim ini sudah diwanti-wanti oleh banyak pihak sebelumnya. Sebab ia menggunakan nomor punggung keramat di Milan yaitu sembilan.

Setelah dilepas oleh sang striker anti-offside, Filippo Inzaghi, semua pemain yang menggunakan nomor tersebut tak pernah tampil bagus. Tapi Piatek ini nekat juga tetap menggunakannya.

Isu yang beredar, Piatek akan dipinjamkan oleh Milan pada bursa transfer bulan Januari mendatang.

Opsi lainnya, Milan disebut akan menjualnya ke Real Madrid yang sudah lama menaruh minat kepada striker asal Polandia.  

Terkait gosip-gosip yang menerpa dirinya, Piatek sempat membicarakan hal tersebut. Piatek pun seperti memberi isyarat bahwa dirinya bisa saja pindah. Mantan striker Polandia mengatakan bahwa dirinya pantas dihargai 60 hingga 70 juta euro atau lebih dari 1 triliun rupiah.

“Saat ini saya bernilai 38 juta Euro. Tapi saat saya pindah nanti, saya ingin harga jual saya menjadi 60-70 juta Euro,” ujar Piatek dikutip dari Detik.

“Saya harus bersikap ambisius dan akan bekerja keras agar hal itu terjadi. Lagipula, saya masih berada di awal karir. Ini baru musim kedua saya di Serie A, salah satu dari lima liga top di Eropa.”

Piatek juga mengaku tidak terganggu dengan media di Italia yang menurutnya bisa memberitakan seorang pemain dengan sudut pandang yang cepat berubah drastis.

“Saya berkaca pada diri sendiri dan mencoba bertanggung jawab. Secara penampilan tim, kami tak banyak menciptakan peluang. Saya sedang memperbaiki diri dan akan kembali menembakkan pistol saya (selebrasi perayaan gol khas Piatek).”


“Di Italia, media memperlakukanmu seperti Paus di satu hari, dan kemudian seperti pemain terburuk di lain hari. Saya menerima itu, dan tak terganggu dengan headline berita,” ujar pemain 24 tahun itu.

https://twitter.com/Roby848484/status/1196063071753637889?s=20

Main photo: acmilan.theoffside.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here