Peru akhirnya mendapatkan poin di laga terakhir melawan Australia di Piala Dunia 2018. Mereka dapat poin lewat permainan impresif yang meyakinkan. Skor 2-0 berkesudahan buat negara yang ibukotanya ada Lima itu.

Peru memang sudah dipastikan angkat koper alias cuma jadi turis saja selama dua mingguan. Setidaknya masih lebih lama dari ibadah Umroh yang sudah lengkap dengan jalan-jalan sampai ke Turki.

Menghadapi Australia di Stadion Fisht, Peru langsung menggetarkan jala gawang Australia yang dari dulu selalu dijaga satu orang kiper, tak pernah lebih. Baru 18 menitan, Andre Carillo yang tak ada hubungan saudara dengan Andre Taulany sukses membobol gawang Mathew Ryan lewat sebuah gol indah.

Umpan lambung tanpa sakit maag dilepaskan Jose Guerrero yang juga bukan saudaranya Eddie Guerrero pegulat Smackdown, langsung disambar Carillo dengan tendangan voli. Bola meluncur keras masuk ke gawang sekaligus menandakan gol pertama Peru di Piala Dunia kali ini.

Australia mencoba membalas lewat Tom Rogic yang melakukan aksi kelok sembilan tanpa Messi. Tapi usahanya diblok kiper Pedro Gallese pakai dengkul kopong-nya.

Usaha temannya Rogic, bernama Matthew Leckie, juga gagal meski sudah enak banget di depan gawang tanpa ada kiper. Hasil umpan Robbie Kruse sukses dipotong oleh bek Peru, Christian Ramos.

Justru Peru yang berhasil menambah gol di babak kedua. Baru lima menit main di babak kedua, Guerrero sukses memperdaya kiper Ryan dengan mata terbuka.

Berawal dari aksi Edison Flores di sisi kiri, dia menekuk bola lalu melepaskan tendangan lemah yang berhasil diblok pemain Australia. Ternyata ada berkahnya, bola hasil pantulan tersebut diteruskan Guerrero yang wajahnya kayak preman terminal lewat tendangan tidak keras dan tidak pelan alias sedang-sedang saja. Namun berhasil masuk ke gawang.

Kemenangan 2-0 sudah cukup buat Peru untuk balik modal. Pada dua laga pertama, mereka kebobolan dua gol dengan rincian satu gol per pertandingan. Sekarang poin mereka tiga, tanpa ada minus di selisih golnya, tapi tidak juga plus, alias Break Event Point (BEP) kalau istilah ilmu ekonominya.

Meski tak masuk ke babak berikutnya, kemenangan ini sudah cukup bagi warga Peru secara massal untuk bergembira dan bersenang-senang. Setidaknya mereka menunggu 40 tahun lamanya untuk bisa mencetak gol di Piala Dunia. Kira-kira seumuran Gianluigi Buffon, Jihan Fahira, dan Judika.

Terakhir kali Peru memetik kemenangan di turnamen ini saat menumpas Iran 4-1 pada 1978. Kemenangan Peru ini merupakan jarak terpanjang keempat di antara kemenangan di Piala Dunia. Kini kerinduan pendukung Peru akan kemenangan akhirnya terobati.

Tak peduli mereka enggak lolos, tapi bisa eksis di Piala Dunia saja sudah bersyukur. Bisa dikenal banyak negara, bahkan bisa tambah-tambah teman di Rusia. Mulai dari teman di WA sampai teman sekamar.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pendukung Peru, kepada orang-orang yang jauh-jauh datang ke Rusia. Saya gembira bisa memberi mereka kemenangan. Kami bangga kepada mereka,” ujar Carillo, dikutip Detik. 

“Sangat indah melihat masyarakat kami merayakan sebuah kemenangan,” timpal gelandang Peru, Renato Tapia. “Kami harus kembali lagi ke Piala Dunia.”

Main photo: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here