Entah apa yang ada di pikiran orang Thailand, membuat lapangan sepakbola bukan persegi panjang, layaknya standar internasional FIFA. Namun rupanya, mereka membuat lapangan sepakbola dengan bentuk yang unik bukan tanpa alasan. Orang-orang dari negeri Gajah Putih itu punya maksud mulia, tak mau hanya sekadar membantu nenek menyeberang jalan.

Beberapa developer Thailand memang menggagas proyek sosial bernama Unusual Football Field Project ini. Mereka mencari ruang kosong di antara padat dan kumuhnya pemukiman penduduk. Apapun bentuknya, mereka jadikan lapangan sepakbola untuk menjadi sarana rekreasi bagi anak-anak hingga orang dewasa. Salah satu developer properti yang menjadi penggagas adalah AJ Thailand dan agensi digital CJ Works.

Yang pasti, lapangannya hampir tidak ada berbentuk persegi panjang. Ini pertama kalinya di dunia bermain bola tidak bisa langsung menendang lurus dari gawang ke gawang. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk sudut 90 derajat seperti balok di Game Tetris, ada juga yang bentuknya bahkan tidak diketahui namanya di mata pelajaran matematika zaman SD.

Hanya Tsubasa yang bisa mencetak gol dari gawang ke gawang. Credit by Dailymail.co.uk
Hanya Tsubasa yang bisa mencetak gol dari gawang ke gawang. Credit by Dailymail.co.uk

Lapangan yang kita kenal saat ini memang berbentuk persegi panjang dengan panjang 90-120 meter dan lebar 45-90 meter. Bentuk dan ukuran tersebut dipakai di liga-liga papan atas dunia. Sudah pasti dalam sepak bola profesional, lapangan dengan bentuk tidak jelas seperti model rambut Andika Kangen Band itu bisa mengundang masalah. Bahkan bisa ada perdebatan kusir yang tak kunjung selesai hingga ajal menjemput.

Pemain sekelas Lionel Messi ataupun Zulham Zamrun juga belum tentu bisa bermain di lapangan ini. Jika tidak mengenal lapangannya, bisa-bisa menabrak tembok atau pagar saat sedang asyik berlari.

 

Lapangan berbentuk aneh. Credit by Goal.com
Lapangan berbentuk aneh. Credit by Goal.com

Menurut Designboom dikutip goal, tujuan proyek ini adalah untuk mengasah kreativitas sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antarwarga pemukiman. Meskipun di Thailand tidak mengenal Lebaran, tapi mereka juga berhak untuk bersilaturahmi untuk main ke tetangga, cicip-mencicip kue-kue khas Thailand. Yang terpenting, lapangan ini dibangun untuk menjauhi masyarakat dari “pengaruh negatif” seperti narkoba, balapan motor liar, hingga menonton sinetron Anak Jalanan.

Lapangan ini juga dibangun sedemikian rupa agar tidak ada pihak yang dirugikan. Tentu saja, bagaimana mungkin memotong sebuah rumah susun yang sudah ada sebelumnya. Akhirnya, lapangan ala kadarnya ini tetap dibuat meski dengan bentuk dan ukuran yang tak simetris. Ada yang tertarik mencoba?

After-Before. Credit by Dailymail.co.uk
After-Before. Credit by Dailymail.co.uk
Lapangan miring. Credit by Thanasorn Janekankit Youtube
Lapangan miring. Credit by Thanasorn Janekankit Youtube

 

Hampir sempurna. Credit by Bolawow
Hampir sempurna. Credit by Bolawow

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here