Klub sepak bola kampus Universitas Indonesia (UI), Sastra FC, kembali mengadakan turnamen futsal bernama Sastra Champions League (SCL). Turnamen futsal ini bukanlah Liga Champions tandingan, melainkan turnamen internal yang hanya diikuti seluruh elemen masyarakat Fakultas Ilmu Budaya UI (FIB-UI).

Meski lingkupnya hanya sebesar fakultas, bukan berarti turnamen ini sepi peminat dan penonton. Turnamen futsal ini sudah dijalankan sejak 2005, saat wajah SBY masih lucu-lucunya saat itu karena baru menjabat sebagai presiden.

SCL selalu diminati tiap elemen masyarakat FIB, mulai dari mahasiswa, dosen, alumni, karyawan fakultas, sekuriti, karyawan kantin, sampai petugas kebersihan. Mereka biasanya membentuk tim yang bertarung satu sama lain di lapangan futsal Sastra. Bahkan, cewek-cewek mahasiswi yang menggemaskan turut serta dalam turnamen ini, tanpa malu-malu.

FT : Ilucinati 0 x 0 Sarasvati FC • • #SCL2017 #thechroniclebeginshere #SastraFC

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sastra FC (@sastra_fc) pada

Tujuan acara ini memang untuk meningkatkan tali silaturahmi antar individu, meski berbeda-beda statusnya, suku, ras, dan agama. Alhasil, keseruan, keceriaan, ledek-ledekan, gengsi-gengsian, sampai peluk-pelukan selalu mewarnai SCL. Untungnya tak sampai cium-ciuman karena haram hukumnya.

“Dengan adanya turnamen ini, kita jadi saling kenal dan menghargai. Kita jadi kenal mereka yang melayani kita di kantin, atau yang suka menjaga parkiran motor kita. Semua berawal dari turnamen ini, bisa bikin kompak,” cetus ketua panitia, Noviq Setiawan, atau akrab disapa Pahabol, sambil tersipu malu dengan pipi merona.

Setidaknya lebih dari 350 tim pernah terlibat dalam 11 edisi SCL. Entah sudah berapa gol yang tercipta, datanya sulit ditemukan di situs-situs macam Transfermarkt atau Soccerway.

Tahun ini, dengan mengusung tema “The Chronicle Begins Here“, entah maksudnya apa, SCL diikuti 30 tim dengan rincian 24 tim cowok dan enam tim cewek. SCL akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ke depan.

scl2
Salah satu aksi jamaah SCL musim lalu. (Source: Sastra FC)

Nama timnya juga unik-unik. Maklum, mahasiswa memang suka kreatif dan aneh-aneh. Sebut saja beberapa nama epic seperti Bahana Pelangi Cinta (BPC), Asmara, New Iluminasi, Ninja Subuh, Dermawan, Perawan Tua, sampai kelompok suporter fanatik bernama Rakyat Militan Sastra (RMS), ikut ambil bagian pada tahun ini.

“Sudah tradisi,” kata Ketua Sastra FC, Muhammad Faisal, cukup bersemangat seraya mengikuti slogan iklan biskuit Roma.

“SCL sudah menjadi tradisi di fakultas ini, salah satu event yang ditunggu-tunggu. Kami sudah menjalankannya sejak 12 tahun lalu. Bahkan, alumni yang sudah tua juga masih ambil bagian di turnamen ini, sekadar melepas rindu,” tambahnya.

SCL juga pernah diikuti oleh beberapa pemain futsal profesional dan public figure. Sebut saja eks kiper timnas futsal, Tely Sarendra dan Ahmad Surya, mantan pemain futsal pro Sanjifa Mandurung dan Muhammad Ariefuddin.

Sampai kalangan selebriti seperti Rayi RAN, Is vokalis Payung Teduh, Swara Andhika Emil pemain serial The East NET TV, dan Armanda Geraldy yang biasa cuap-cuap di radio.

Adapun Sastra FC merupakan klub sepak bola dan futsal FIB UI yang didirkan pada 1998, zaman di mana sedang ramainya demonstrasi yang diberi nama Reformasi.

Main photo credit: Sastra FC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here