Juventus kembali melangkah ke final Coppa Italia entah yang ke berapa kalinya. Juve kembali ke final setelah menahan imbang Inter Milan tanpa gol di leg kedua. Meski seri, Juve berhak masuk final karena menang 2-1 di leg pertama.

Juve memang berjaya banget di Italia. Baik Seri A dan Coppa Italia ini mereka kuasai. Namun ya susah banget buat juara di level Eropa. Ya namanya juga Juve, kalau juara di level Eropa namanya AC Milan.

Juve tercatat sudah 20 kali masuk final Coppa. Tahun lalu mereka juga melangkah ke final kompetisi tapi kalah di puncak. Tentu kali ini Bianconeri tak mau mengulang kesalahan.

Apalagi Cristiano Ronaldo tampaknya masih penasaran dengan gelar yang satu ini. Kalau juara kan lumayan bisa mengalahkan Lionel Messi yang juga belum pernah meraih gelar ini.

Bermain di Allianz Stadium, Juve memang cukup meraih hasil imbang saja melawan Inter. Mode yang mereka pakai bukanlah mode bunyi dan getar, tapi mode silent alias main pasif saja menunggu serangan dari lawan.

Terbukti strategi ini berjalan dengan baik. Pertahanan Juve bak tembok-tembok rumah orang kaya. Kuat dan kokoh banget, susah ditembus maling. Sudah tinggi, materialnya bagus, ada security, pakai CCTV pula.

Juve kali ini menurunkan duet Merih Demiral dan Matthijs De Ligt yang begitu kokoh. Dua-duanya main lugas dan kelihatan tebal banget. Kemudian dibantu dua security Danilo dan Alex Sandro yang ikut mengawal sisi kanan-kiri biar enggak gampang kena crossing.

Romelu Lukaku dan kawan-kawan tak dibiarkan kasih shooting ke gawang sama sekali. Selalu saja kena blok dari bek-bek Juventus. Jangan lupa di rumah orang tajir biasanya ada CCTV, sama kayak pertahanan Juve yang ini.

CCTV-nya adalah Gianluigi Buffon yang memantau area pertahanan dari garis paling belakang. Buffon memang cuma mantau CCTV saja karena tidak ada tendangan berarti ke gawangnya.

Ada dua peluang sebenarnya dari Lautaro Martinez. Di babak pertama gawang sudah kosong lebar banget, satpamnya lagi ganti shift, kok ya tendangannya ngawur entah ke mana.

Di babak kedua dapat peluang lagi, tapi kali ini si petugas CCTV dengan sigap menutup ruang gerak Lautaro.

Menjelang akhir babak kedua, Juve menambah satpam lagi yakni Giorgio Chiellini. Praktis menghentikan peluang Inter buat bikin gol, boro-boro menang.

Pertahanan Juve kali ini banyak menuai pujian. Mereka juga mencatat 6 cleansheet dari 7 laga dan hanya kebobolan satu gol. Ini karena seluruh bek-bek Juventus telah kembali ke bentuk semula. Terutama imam besar Giorgio Chiellini.

“Anda bisa lihat perkembangannya. Selain Chiellini kembali ke performa terbaiknya, kami punya De Ligt yang pulih dari virus corona dan Demiral yang kembali dari cedera. Mereka semua memiliki karakteristik yang berbeda, tapi De Ligt dan Demiral tahu persis bagaimana menghadapi situasi satu lawan satu di permainan terbuka,” ujar Andrea Pirlo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here