Bali United berhasil memetik tiga poin tanpa harus memanjat pohon saat menjamu Persipura pada lanjutan Liga 1 2018. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro tersebut berhasil menang dua gol tanpa balas pada pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pekan lalu.

Kemenangan BU yang singkatannya bukan “Butuh Uang” tersebut memperpanjang tren negatif Persipura yang belum pernah meraih kemenangan pada laga tandang di musim 2018 ini. Mirip-mirip dengan yang dialami Arsenal kejadian yang menimpa tim “Mutiara Hitam” ini. Selalu memble macam kue cucur kemarin tiap bertandang ke markas lawan.

Dalam tujuh kali pertandingan di rumah orang, sejauh ini Persipura mencatatkan empat kekalahan dan tiga kali hasil imbang sepanjang gelaran Liga 1 2018. Meski catatan tersebut lebih baik dari PSS Sleman yang sama sekali belum meraih poin di Liga 1 sepanjang musim ini, pelatih Persipura mengatakan kekalahan dari Bali United tersebut tak lepas dari ketidakdisiplinan para pemainnya.

Peter Butler mengatakan permainan atraktif Persipura saat berlatih tidak keluar saat laga kontra Bali United. Mungkin sedang tidur jadinya tidak keluar. Persipura juga sepertinya tidak mengetuk pintu, jadi mungkin tidak kedengaran hingga permainan atraktif mereka tidak keluar.

Alhasil, Persipura sementara ini jagonya cuma pas latihan doang. Saat tanding ternyata tak segarang saat latihan.

“Kami sudah mengantisipasi permainan Bali United. Persiapan kami bagus, strategi dan rencana kami juga bagus. Namun, kalau pemain tidak disiplin mengikuti instruksi, mau apa?” ujar Butler seperti dikutip dari Bola.com.

Sementara itu Widodo mengatakan kemenangan atas Persipura itu merupakan buah dari tekad dan kerja keras para pemainnya. Selain itu mereka juga mencetak gol. Hal yang tidak dilakukan Persipura.

Percuma kalau modal semangat dan kerja keras tapi tidak mencetak gol. Widodo juga mengatakan bahwa kemenangan tersebut menjadi sakral sebab diraih di Hari Suci Kuningan.

“Kami berhasil meraih kemenangan sakral di Hari Suci Kuningan. Terima kasih atas perjuangan seluruh pemain dan dukungan penuh suporter,” ucapnya.

Pada pertandingan yang digelar di Bali, “Serdadu Tridatu” membuka skor di menit ke-28. Berawal umpan dari Nick van der Velden ke dalam kotak penalti, bola kemudian dihalau oleh bek Persipura. Sayang bola jatuh dan tidak bisa bangun sendiri di kaki Fadhil Sausu.

https://twitter.com/Liga1Match/status/1005454078959239169

Sausu kemudian melepaskan sebuah tendangan “ahaaayy keras dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti. Tendangan voli tanpa pantai itu kemudian meluncur deras tanpa bisa dihalau oleh Dede Sulaiman. Bali United memimpin 1-0.

Gol kedua Bali United baru tercipta lagi lima menit jelang pertandingan berakhir. Muhammad Taufiq melepaskan umpan dari sektor pertahanan Bali United. Stefano Lilipaly yang kemudian bisa lepas dari jebakan offside namun belum tentu jika dipasang jebakan betmen, mendapatkan bola tersebut.

Dengan tenang dan tidak geradakan macam ibu-ibu keluar dari KRL gerbong wanita, Lilipaly menaklukan Dede Sulaiman. Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.

Kemenangan Bali United otomatis mengangkat mereka melejit dari zona degradasi ke peringkat sembilan. Bali United mengoleksi 17 poin hasil dari 13 laga.

Sementara itu Persipura turun satu peringkat ke posisi kelima dengan 19 poin dari 13 laga. Dari total poin tersebut, 16 poin di antaranya diraih di laga kandang. Persipura kalah selisih gol dari Sriwijaya FC dengan poin yang sama.

https://twitter.com/Liga1Match/status/1005471530367643648

Main photo: suarakarya.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here