Italia tampil beda dalam rangka persiapan ke Piala Dunia saat beruji coba lawan Arab Saudi. Pada laga debutnya Roberto Mancini sebagai pelatih, “Gli Azzurri” menang standar 2-1.

Laga ini memang jadi persiapan Piala Dunia 2018, tapi bagi Arab Saudi. Sedangkan bagi Italia sepertinya jadi persiapan Piala Dunia 2022. Rada kebalik memang.

Pasalnya, Mancini menurunkan banyak wajah baru di laga ini. Tak ada nama Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Luca Toni, Filippo Inzaghi, sampai Salvatore Fresi.

Yang ditampilkan adalah muka-muka yang jarang membela timnas macam Jorginho, Davide Zappacosta, Lorenzo Pellegrini, Matteo Politano, Simone Verdi, Federico Chiesa, dan Bryan Cristante.

Rata-rata adalah pemain muda. Artinya, skuat ini sangat cocok untuk Piala Dunia 2022. Jika pemain-pemain itu terus membela Italia selama empat tahun ke depan, pasti bakal jauh lebih matang. Jam terbang lebih banyak, wajah pemain juga lebih ganteng karena rata-rata sudah berusia 28 tahunan, lebih mapan.

Yang menarik, laga ini juga jadi callback-nya Mario Balotelli. Maklum, pemain ganteng konvensional itu memang jadi anak kesayangan Mancini sejak dari zaman di Inter, lalu dibawa ke Manchester City.

Hasilnya, Balotelli mencetak gol pembuka pada menit ke-20. Setelah melakukan liukan kelok delapan, pemain yang rambutnya mirip kuda delman itu melepaskan tendangan terarah ke pojok kanan gawang Arab.

Italia lalu menggandakan keunggulan lewat sundulan Andrea Bellotti yang sempat ditepis kiper Arab yang namanya Arab banget, lalu disambar lagi kedua kalinya.

Arab cuma bisa mencetak satu gol saja itu pun berkat bantuan Zappacosta. Pemain Chelsea itu terpeleset dan diserobot oleh Salem Al-Dawsari lalu diteruskan kepada Yahya Al Shehri.

Gianluigi Donnarumma sok-sokan mau jadi Manuel Neuer, maju sampai ke depan. Tapi yang ada malah digocek asyik oleh Yahya untuk diceploskan ke dalam gawang.

Meski cuma menang standar, Mancini mengaku puas dengan partai perdananya. Meski masih ada beberapa celah yang perlu ditutupi. Santai saja, Piala Dunia 2022 memang masih lama. Mancini masih punya banyak waktu.

“Saya puas dengan babak pertama. Kami memulai dengan baik, tapi jelang menit ke-65 kami mulai kehilangan intensitas dan determinasi. Saya mencoba membuat beberapa perubahan, tapi saya tidak marah dengan gol yang bersarang di gawang kami. Saya pikir itu karena kelelahan,” tutur Mancini, membela Zappa.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1001215625304264704

Main photo: @sportbible

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here