Gajah mati meninggalkan gading, harimau tewas meninggalkan belang, John Terry pergi meninggalkan Chelsea. Memang tidak nyambung, tapi kisah haru kapten “The Blues” patut diapresiasi. Apalagi, perpisahannya dengan Chelsea dilakukan dengan cara anti-mainstream.

Pemain yang sudah memasuki masa puber kedua itu memang sudah memutuskan akan pergi dari Chelsea akhir musim ini. Pertandingan melawan Sunderland jadi laga terakhirnya bersama klub yang sudah dibelanya sejak zaman Orba.

Pemain-pemain bola yang mau pensiun, biasanya menjalani laga perpisahan dengan ditarik pada akhir pertandingan untuk mendapat lambaian tangan serta standing ovation dari penonton.

Berbeda dengan Terry tanpa Putri. Pemain berusia 36 tahun itu ditarik keluar ketika pertandingan baru berjalan 26 menit. Bukan karena cedera atau Antonio Conte ingin sok-sokan bikin acara iseng “Kena Deh”, tapi karena permintaan sang pemain sendiri.

Terry ternyata request khusus kepada Conte agar ditarik pada menit ke-26, sesuai dengan nomor punggungnya. “Saya bernegosiasi dengan pelatih untuk bermain selama 26 menit kemudian keluar dari lapangan. Ini merupakan bentuk kompromi yang dilakukan antara kami berdua,” ungkap Terry kepada Sky Sports.

Menariknya, pelatih Sunderland, David Moyes, ikut berkompromi untuk meminta anak asuhannya membuang bola keluar lapangan ketika momen tersebut tiba. Ya, bagaimanapun pergantian pemain hanya boleh dilakukan saat terjadi bola mati. Bukan seperti futsal yang bisa seenaknya masuk tanpa izin wasit terlebih dahulu.

Pada momen itu, bola memang sedang dikuasai kiper Jordan Pickford. Bolanya dipegang, bukan di-juggling. Diego Costa kemudian datang menghampiri untuk meminta Pickford membuang bola.

Berhubung Costa wajahnya seram kayak preman, gayanya pun juga sedikit mengancam dan memaksa. Untung saja tidak sambil bilang, “saya baru keluar dari penjara.”

Memang ada beberapa orang yang nyinyir soal ide membuang bola tersebut. Pasalnya, Costa rada memaksa Pickford untuk membuang bola. Sampai akhirnya Pickford benaran buang bola entah karena takut atau apa.

Namun, hal itu diklarifikasi oleh Moyes. Demi menyukseskan acara perpisahan pemain besar, anak asuhnya setuju membuang bola dengan penuh keikhlasan, tanpa paksaan.

“Kami tahu momen itu datang dan kami setuju untuk membuang bola ke luar lapangan,” ujar Moyes penuh rasa ikhlas dan kasih sayang.

Terry kemudian berjalan keluar lapangan sambil berkaca-kaca. Semua pemain Chelsea satu per satu menyalaminya kayak lagi lebaran. Termasuk dari pemain Sunderland.

Rekan-rekannya lalu membentuk pagar bagus untuk menyambut sang legenda keluar lapangan. Macam among tamu di acara kawinan. Terry juga mendapat sambutan meriah dari penonton.

Semua orang berdiri, sambil menyanyikan lagu wajib John Terry. Sayangnya, lagu tersebut dinyanyikan dalam bahasa Inggris, bukan Indonesia.

“Hari ini merupakan salah satu hari tersulit dalam hidup saya,” kata Terry dalam pidatonya seusai pertandingan sambil sekali-sekali mengelap air matanya.

“Saya sangat beruntung bisa bekerja bersama para pemain dan pelatih yang luar biasa di sepanjang karier saya. Saya berterima kasih kepada satu per satu dari kalian semua,” sambungnya.

https://twitter.com/TheBlues___/status/866730765744316417

Jadi Bursa Taruhan

Ternyata, aksi keluarnya Terry pada menit ke-26 menimbulkan kontroversi. Jadi bahan taruhan oleh salah satu rumah judi.

Hal itu diungkapkan BBC, bahwa salah satu rumah judi di Inggris menyatakan telah membayar satu dari tiga taruhan atas menit bermain Terry di partai pamungkas.

Sang pemenang disebutkan menang 100-1 dari nilai taruhan £25. Total, sang pemenang memenangi taruhan hingga £2.500 (sekitar Rp 43,2 juta). Lumayan bisa buat DP rumah di daerah Citayam, Bogor.

Sampai saat ini, otoritas tertinggi sepak bola Inggris bernama FA, belum berkomentar atau menyelidiki secara serius soal ini. Apakah ada keterlibatan Terry, Conte, atau pemain lainnya untuk memenangkan satu pihak tertentu dalam taruhan.

Main photo credit: Twitter (@brfootball)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here