Laga semi final Champions musim 2018/2019 lalu antara Barcelona kontra Liverpool menyisakan sedikit cerita. Andy Robertson yang sempat terlibat suatu insiden pada laga leg kedua di Anfield, mengaku tak enak hati atas perbuatannya tersebut.  

Laga antara Liverpool dan Barcelona itu bisa dibilang sebagai salah satu pertandingan Champions paling seru yang pernah terjadi mungkin.

Barcelona soalnya sudah menang telak banget di kandang pada leg pertama dengan skor 3-0 yang digelar di Camp Nou.

Tentu saja hal ini membuat warga-warga Premier League yang dengki merasa senang karena berharap Liverpool tak lolos ke final secara beruntun.

Tapi ternyata pada laga yang digelar di Anfield, terjadi sebuah comeback level Hokage. Liverpool yang unggul 1-0 di babak pertama, mampu membalikan keadaan menjadi 4-0 setelah menambah tiga gol di babak kedua.

Mana gol penentu tercipta dengan kocak pula. “Corner taken quickly”.

Pada jalannya laga terjadi sebuah inside yang melibatkan Robertson dan mega bintang super maha jago Lionel Messi.

https://twitter.com/yokingdida/status/1125904998758588417?s=20

Keduanya memang terlibat duel sengit sepanjang laga hingga sempat dilerai wasit usai bersitegang dan adu mulut.

Salah satu momen antara Robertson dan Messi adalah saat bintang Barcelona itu terjatuh setelah menerima tekel dari Fabinho. Saat masih terduduk, Robertson yang muncul dari belakang Messi tiba-tiba saja menoyor kepalanya dengan kedua tangan pula.

Benar-benar tidak ada hormatnya sama yang maha jago main bola. Mana lebih tua pula umurnya si Messi ini. Kalau di negara +62 hal tersebut tentu sangat tidak sopan untuk dilakukan.

Tapi Robertson belakangan mengakui bahwa ia tak enak hati dan menyesali perbuatannya. Ia mengaku terbawa dengan emosi pertandingan yang menggebu-gebu.

“Ketika saya mengingat sesuatu, saya tidak benar-benar menyesali apa pun. Tetapi, saya melihat kembali kejadian saat itu dengan Messi sebagai sebuah penyesalan. Saya tidak suka melihatnya. Ketika saya melihatnya, saya kecewa,” kata Robertson, dikutip Detik.

“Saya menghormati dia (Messi) dan Barcelona, tetapi kami datang ke pertandingan dengan kekalahan 0-3, kami butuh keajaiban, kami butuh sesuatu yang istimewa, bahkan jika hal kecil semacam itu bisa menghentikan pemain terbaik di dunia.”

“Tapi saya menyesalinya. Itu bukan saya sebagai pribadi. Itu bukan kepribadian saya,” ungkap pemain 25 tahun itu.

Main photo: @goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here