Peter Bosz yang namanya mulai melambung belakangan ini telah resmi mendarat ke Borussia Dortmund. Dia bukanlah pemain, apalagi tukang pijat GO-MASSAGE, melainkan pelatih yang sebelumnya sukses bersama Ajax Amsterdam.

Bosz akan menangani Marco Reus dan kawan-kawan selama dua tahun untuk menggantikan Thomas Tuchel yang sudah angkat kaki dari Dortmund. Diharapkan dalam dua tahun kepemimpinannya itu, “Die Borussen” bisa berbicara lebih baik lagi dari musim sebelumnya.

Memang sangat sulit menyaingi Bayern Muenchen seperti sekarang. Namun, tak ada kata tak mungkin jika mau terus berusaha. Apalagi jika Tuhan mau berkata “kun”, maka akan terjadilah sesuatu yang diharapkan.

Dortmund sepertinya kesemsem dengan kepiawaian Bosz dalam menangani darah muda di Ajax. Pelatih yang botak-botaknya mirip Pep Guardiola itu memang sukses membawa Kasper Dolberg dan kawan-kawan ke final Liga Europa meski akhirnya keok dari Manchester United (MU).

Padahal, Bosz cuma semusim saja menangani Ajax, tapi mampu menjadikan Ajax yang rata-rata pemainnya sekitar 23 tahunan itu berbicara di level Eropa. Bahkan mencetak sejarah sebagai tim dengan skuat termuda yang bermain di final kompetisi Eropa.

Ajax yang semangatnya sempat tenggelam seperti kariernya Marshanda itu akhirnya timbul lagi. Semangat mereka kembali berkobar setelah menembus final kompetisi Eropa pertama kalinya pada era Reformasi.

Itulah yang diharapkan Dortmund. Tim yang aslinya bernama panjang sekali yakni Ballspielverein Borussia 09 e.V. Dortmund itu memang menjadi salah satu klub yang senang dengan daun muda dan berondong. Mereka sukses menelurkan pemain-pemain muda berbakat seperti Mario Goetze dan Marco Reus.

Bosz pun yakin, dengan kesamaan visi-misinya bisa meraih sukses bersama tim berkostum kuning yang mirip dengan warna sirine mobil PJR. Namun, Bosz tetap harus ingat lagunya Rhoma Irama berjudul “Darah Muda” bahwa darah muda sejatinya adalah darahnya para remaja yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah.

“Dortmund adalah salah satu dari 10 klub terbaik di dunia. Saya sudah menantikan Yellow Wall (fans Dortmund) yang legendaris itu. Saya yakin ini adalah langkah yang tepat dan saya merasa kami bisa bekerja sama dengan baik,” ucapnya, semringah.

Pelatih berusia 53 tahun itu memang belum ada prestasinya sama sekali. Meski mengawali sebagai pelatih, Bosz sempat sukses menjadi Direktur Olahraganya Feyenoord. Namun akhirnya kembali lagi jadi pelatih yang pekerjaannya adalah melatih.

Prestasi terbaiknya paling banter saat membawa Heracles Almelo menjuarai Eredivisie divisi satu pada 2005. Namun, saat menangani Heracles dan Vitesse, penampilan dua klub tersebut cukup konsisten sampai akhirnya direkrut Ajax, musim lalu.

Well, selamat bertugas, Peter. Jangan kaget jika suatu saat dibantai oleh Bayern Muenchen, ya.

 

Main photo: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here