Nike membuka tahun 2017 dengan meluncurkan produk barunya berupa sepatu bola. Mereka mengeluarkan generasi ketiga Hypervenom, sepatu yang siap dipakai striker kelas dunia untuk mencetak gol.

Hypervenom 3 merupakan sepatu yang stylish dan penuh gaya, tetapi tetap tak bisa dipakai ke pasar apalagi untuk melayat orang meninggal. Bisa saja dipakai, hanya tidak pas peruntukannya.

Perpaduan warna hijau dan oranye ditambah struktur kulit ala Venom musuhnya Spiderman menampilkan kegarangan si sepatu. Memang, dengan memakai sepatu ini belum bisa menjamin si pemakainya dapat mencetak gol begitu saja. Kecuali kalau dia main sendiri di lapangan.

Sang striker juga perlu bantuan dari rekan-rekannya, ditambah teknik dan naluri untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Jadi, tidak jaminan juga apabila seorang penyanyi rap macam Younglex bisa mencetak gol dengan memakai sepatu ini.

Sepatu ini ditujukan kepada striker-striker kelas dunia yang haus gol. Buas seperti Venom si musuhnya Spiderman. Dengan teknologi dan desain yang terpampang di Hypervenom 3, para striker top dunia semakin mudah dalam menuntaskan tugasnya di depan gawang.

Itulah kenapa, Nike menjadikan striker-striker garang macam Gonzalo Higuain, Robert Lewandowski, dan Edinson Cavani sebagai salah tiga brand ambassador mereka.

Nike Hypervenom 3

Hypervenom 3
Ini dia sepatu buas ala venom. (Goal)

Bukan hanya untuk mencetak gol, sepatu ini juga cocok untuk merebut bola dari lawan. Artinya, sepatu ini cocok untuk striker bertipikal ‘pengganggu’ bek lawan. Tujuan sepatu ini memang selain untuk mencetak gol, juga untuk memotong bola.

Andai sepatu ini sudah ada pada zamannya Christian Vieri, Denis Bergkamp, sampai Diego Maradona, pastinya mereka akan tampil lebih beringas lagi.

“Kami telah membuat lebih dari 200 prototipe sebelum memperoleh hasil yang pas sesuai dengan yang diinginkan para pemain,” ucap Max Blau, wakil presiden Nike Football Footwear dikutip dari Goal.

“Dengan fokus pada gaya bermain ‘jegal dan serang’, kami telah membuat sepatu sepakbola terbaik untuk para pencetak gol,” Blau menambahkan.

Adapun teknologi yang dimaksud adalah pada bagian striker zone yang memiliki lapisan busa bernama Poron yang terintegrasi dengan Flyknit di bagian upper. Hasilnya akan memberikan sentuhan halus sehalus paha Nikita Mirzani saat sepatu menyentuh bola dengan kecepatan rendah.

Sebaliknya, bola akan berasa menjadi keras saat pemain menendang bola dan menambah kecepatan sehingga menyulitkan kiper lawan untuk menghentikannya, bahkan Genzo Wakabayashi sekalipun.

Yang paling berasa membedakan dengan generasi sebelumnya adalah generasi 3 lebih enteng, 17% lebih ringan. Kalau dipegang dengan tangan mungkin tak terlalu berasa, tetapi kalau sudah di kaki, rasakan kenyamanannya. Selain itu, pola traksinya dirancang untuk gerakan tajam menyamping.

Di Indonesia, sepatu ini hadir di pasaran dengan harga sekitar Rp 3,5-4,2 jutaan. Bagi para mahasiswa silakan menunggu hingga akhir bulan atau kalian tidak bisa makan sama sekali di kosan.

Main photo credit: Hypebeast

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here