Performa Frenkie de Jong bersama Barcelona kini mendapat sorotan karena dianggap tak menunjukan kualitas seperti saat bermain untuk Ajax Amsterdam. Melihat hal tersebut, Louis van Gaal menilai De Jong “salah jurusan”.

De Jong jadi salah satu pemain paling disorot pada jalannya musim 2018/2019 saat masih berseragam Ajax. Pemain yang jago bahasa Belanda sejak anak-anak itu berhasil membawa Ajax jadi juara Eredivisie sekaligus menembus babak semi final Champions.

Performa dirinya yang disebut salah satu sosok kunci di Ajax lantas membuat Barcelona kepincut. Tanpa tedeng aling-aling dan banyak basa-basi macam Karni Ilyas, De Jong langsung di-inden sejak bursa transfer musim dingin. Ia ditebus dengan harga yang cukup fantastis yaitu 75 juta euro.

Namun sejak kepindahannya ke Barcelona dari awal musim 2019/2020, sosok De Jong kesulitan untuk menemukan performa terbaiknya walau sudah bermain di 36 pertandingan.

Belakangan bahkan performa De Jong bisa dibilang mulai menurun macam Rupiah saat krisis moneter.

https://twitter.com/El_Pistolero57/status/1234238523470991360?s=20

Susah soalnya tampil menonjol di tim macam Barcelona. Apalagi masih ada mega cyborg super jago Lionel Messi.

Van Gaal melihat bahwa beberapa faktor mempengaruhi performanya seperti harganya yang mahal, serta pergantian pelatih Barcelona.

Ia menilai bahwa De Jong sebenarnya “salah jurusan”. Harusnya naik Kopaja, ia malah naik delman. Bukan seperti itu maksudnya. Apalagi salah jurusan mau masuk Teknik, tapi mendaftarnya ke S1 Manajemen Rindu.

De Jong dinilai lebih cocok ke Juventus. Sementara itu jebolan Ajax lainnya, Matthijs de Ligt merupakan pemain yang dibutuhkan Barcelona.

“Dia tidak bermain di posisinya. Di Ajax, semua melihatnya, dia adalah pusat permainan, tapi di Barcelona tidak begitu. Itu perbedaannya,” kata Van Gaal kepada Ziggo Sport.

“Jika hanya ada satu klub yang bisa membeli Matthijs de Ligt [yang meninggalkan Ajax ke Juventus], itu adalah Barcelona. Dan dengan adanya Busquets, Frenkie de Jong seharusnya pergi ke Juventus. Barcelona kurang memiliki pemain seperti De Ligt ketimbang De Jong,” kritik eks pelatih Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester United itu.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here