Dalam satu dekade belakangan, AC Milan tak kunjung bisa tampil unjuk gigi seperti masa kejayaannya. Lama-lama bisa dijadikan film juga dengan judul “Milan Has Fallen”. Keadaan ini membuat suporter garis keras mereka, Curva Sud, memberikan ancaman kepada skuat besutan Stefano Pioli.  

Sejak meraih scudetto di tahun 2010/2011, performa Milan terus terjun bebas tanpa parasut. Menurun terus dengan drastis tis.

Padahal untuk pemuda-pemudi yang tumbuh kembang di era 90-an, pasti tahu betul ken666erian Milan.

Saat ini Milan sendiri sedang jatuh bangun usai kondisi internal mereka sedikit terguncang akibat dibeli oleh pihak aseng. Milan terkena hukuman akibat pelanggaran Financial Fair Play. Milan pun mulai melakukan perubahan dengan membenahi jajaran manajemen mereka.

Sayang setelah bergonta-ganti pelatih, performa Milan ternyata juga belum kunjung membaik. Bahkan bisa dibilang makin parah.

Sejak awal musim, Milan mempercayakan kursi jabatan pelatih ke tangan Marco Giampaolo. Namun dalam tujuh pertandingan yang dijalani, Milan tak kunjung unjuk gigi. Mereka hanya bisa mencetak delapan gol saja. Bahkan gawang Gianluigi Donnarumma dibobol sebanyak 11 kali.  

Nama Giampaolo akhirnya menjadi kambing hitam dan di-PHK dari posisinya. Giampaolo digantikan oleh pelatih lagu lama kaset baru, Stefano Pioli. Pada laga debutnya, Pioli juga tidak bisa memberikan kemenangan.

Rossonerri ditahan Lecce dengan skor 2-2. Hasil tersebut memperburuk catatan Milan, yang baru memperoleh satu kemenangan dalam lima laga terakhir.

Memang yang namanya perubahan tidak bisa instan. Cukup indomie saja yang instan atau Sozzis yang tinggal lep.

Meski demikian hal ini tak cukup untuk membuat suporter Milan yang menjadi penhuni tribun selatan a.k.a Curva Sud merasa puas.

Pada laga terakhir Milan kontra Lecce, mereka membentangkan spanduk dengan pesan keras bertuliskan, “Waktu sudah habis, buktikan!” yang diarahkan kepada manajemen klub.

Pekan depan, AC Milan akan bertamu ke markas AS Roma, tim sarat tradisi yang tentu saja bakal sulit dikalahkan. Jika kembali menelan hasil buruk, kabarnya suporter mengancam bakal melakukan demo dan boikot.

Merosotnya pamor Milan bukan hanya karena faktor prestasi, namun juga pada keuangan mereka.

Pada 30 Juni silam, media kenamaan Italia, Gazzetta Dello Sport, mengklaim Milan mengalami kerugian mencapai 146 juta euro. Angka tersebut menjadi yang terburuk sepanjang sejarah klub.

Awalnya, Milan diprediksi akan merugi 90 juta euro, atau lebih baik dari tahun sebelumnya yang mengalami defisit mencapai 126 juta euro. Namun, absennya Milan di kompetisi Eropa membuat pemasukkan klub berkurang drastis.

https://twitter.com/matrix190890/status/1186044328646529024?s=20

Main photo: @footyaccums

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here