Ronald Koeman menilai Matthijs de Ligt belum menunjukan performa terbaiknya sejak pindah ke Juventus. Pelatih timnas Belanda itu menyarankan agar sang pemain mempelajari cara bertahan ala Italia.

De Ligt didatangkan Juventus dari Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim panas lalu. Maklum saja, performa Ajax sepanjang musim lalu membuat pemain mereka jadi buruan para klub anak sultan Eropa.

Mantan kapten dari Ajax itu sendiri merupakan salah satu pemain kunci di balik kesuksesan tim asal Eredivisie. Selain kembali menjuarai Liga Belanda, Ajax juga berhasil membuat kejutan macam Mr. Money pada ajang Champions.  Juventus adalah salah satu korban ketika ditaklukan pada babak knockout.  

Kepindahan De Ligt ke Juventus jelas diharapkan menjadi amunisi baru untuk regenerasi pemain bertahan “Si Nyonya Tua”.

Tapi nyatanya De Ligt belum mampu menunjukan performa yang mengesankan seperti saat membela Ajax.

Laga debut bek tengah Belanda itu tidak berjalan cukup mulus. Menghadapi Napoli pada pertandingan Serie A, duet Leonardo Bonucci dan De Ligt belum tampak padu.

Meski meraih kemenangan, gawang Juventus sempat ‘digilir’ tiga kali oleh Napoli pada laga yang berakhir dengan skor 4-3 tersebut.

Beberapa pekan terakhir, penampilan De Ligt sendiri dianggap sudah mulai membaik meski Koeman menilai sang pemain harus masih belajar banyak.

https://twitter.com/Sporf/status/1180963754261045248

Koeman menilai bahwa De Ligt harus beradaptasi dengan permainan bertahan ala Italia bahkan disuruh ikut ‘SSB’. Harusnya De Ligt ini memang ikut SSB setempat dulu biar benar-benar belajar dasar-dasar permainan bertahan ala Italia tersebut.

Selain itu bisa buka Youtube dan tonton video-video bek-bek Italia bagaimana mereka bertahan. Kata kuncinya bisa “Amazing Italian Defense” dan sebagainya.

“Saya pikir dia memang butuh beradaptasi dengan cara bertahan yang baru, karena pendekatannya berbeda dengan cara dia bermain di Ajax. Mungkin itu adalah ‘sekolah sepak bola Italia’,” ujar Koeman seperti dilansir CNN Indonesia.

“Bonucci juga mengatakan hal yang sama. Dia harus beradaptasi dengan sistem zonal marking [di bawah asuhan Maurizio Sarri] jika dibandingkan cara bertahan di bawah [Massimiliano] Allegri. Saya kira Matthijs butuh waktu.”

Meski demikian Koeman yang dibaca Kuman mengatakan De Ligt memiliki mental yang kuat. Performanya bersama timnas Belanda tetap sama seperti yang sebelumnya. Koeman juga percaya De Ligt hanya butuh waktu sebelum bisa tampil nyetel bersama Juventus.

“Ada banyak kritik, namun dia tetap bermain baik dengan timnas. Seiring waktu saya rasa dia akan belajar bagaimana beradaptasi dengan posisi barunya di Juventus. Saya rasa dia akan mencapai level yang tinggi bersama timnas dan Juventus,” kata Koeman.

Sejak laga debut kontra Napoli, De Ligt sudah bermain sebanyak lima laga di Liga Italia. Pemain kelahiran Leiderdorp, Belanda itu pun selalu dimainkan sebagai starter dalam dua pertandingan Juventus di pentas Liga Champions.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here